Mahasiswa KKM 68 UNTIRTA Gelar Penyuluhan Anti-Bullying di SDN Sempu dan Mangkunegara

waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Feb 2026 12:10 97 Nazwa

CILEGON | TD — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 68 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar penyuluhan anti-bullying di SDN Sempu dan SDN Mangkunegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, sebagai upaya menanamkan sikap saling menghargai sejak dini di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang digelar beberapa waktu yang lalu dilaksanakan secara berurutan di dua sekolah dasar tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Penyuluhan yang menyasar siswa kelas IV hingga VI ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, dengan lebih dari 100 siswa mengikuti rangkaian kegiatan secara antusias.

Dalam sesi pemaparan materi, para siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, mulai dari verbal, fisik, hingga cyber bullying. Antusiasme peserta terlihat saat diskusi interaktif, di mana siswa diajak memahami dampak negatif perundungan terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan prestasi belajar.

Materi penyuluhan disusun oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan yang tergabung dalam KKM 68 UNTIRTA. Kolaborasi lintas disiplin tersebut bertujuan memastikan materi yang disampaikan tidak hanya tepat secara teori, tetapi juga mudah dipahami melalui metode komunikasi yang menarik bagi anak-anak.

Salah satu pemateri, Nayla, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman termasuk tindakan bullying yang berdampak besar. Harapannya, mereka dapat saling menghargai dan berani melapor jika melihat atau mengalami perundungan,” ujarnya.

Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, jenis-jenis perundungan seperti verbal, fisik, dan sosial, dampaknya terhadap kondisi mental serta prestasi belajar, hingga langkah yang dapat dilakukan jika menjadi korban maupun saksi. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana disertai contoh keseharian agar lebih mudah dipahami siswa.

Perwakilan mahasiswa lainnya, Nursaidah, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan keberanian dan empati pada diri anak.

“Kami ingin siswa berani berkata tidak pada bullying, berani membela teman, serta tidak takut untuk bercerita kepada guru atau orang tua. Lingkungan sekolah yang sehat dimulai dari sikap saling menghormati,” jelasnya.

Ketua KKM 68 Mangkunegara, Erland Gunawan, menjelaskan bahwa pemilihan tema anti-bullying dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan pendidikan karakter di era digital. Menurutnya, mahasiswa perlu berperan aktif memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

“Bullying merupakan persoalan serius dengan dampak jangka panjang. Melalui penyuluhan ini, kami berharap siswa memiliki pemahaman sejak dini sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi semua,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Para guru menilai kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi positif dalam penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM. Harapannya, pesan yang disampaikan dapat terus diingat dan dipraktikkan oleh siswa, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar salah satu perwakilan guru.

Melalui penyuluhan anti-bullying di SDN Sempu dan SDN Mangkunegara, mahasiswa KKM 68 UNTIRTA berharap dapat menumbuhkan kesadaran, empati, serta sikap saling menghargai di kalangan siswa, sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. (*)

LAINNYA