TANGERANG | TD – Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek kian dekat. Persisnya tanggal 22 Januari 2023, Hari Raya Imlek telah ditetapkan oleh pemerintah. Dan ditambah 1 hari kemudian untuk cuti bersama.
Imlek, selain merupakan perayaan tahun baru Cina, juga merupakan Festival Musim Semi yang dirayakan oleh bangsa Cina pada 3500 tahun yang lalu.
Dalam perayaan Imlek, orang Cina atau Tionghoa mempunyai banyak mitos yang menyertainya. Di antaranya tentang hujan gerimis jatuh pada hari Imlek yang menandakan turunnya keberkahan bagi kehidupan dan bisnis orang Tionghoa.
Pada hari perayaan Imlek juga dipercayai untuk menjauhkan benda-benda tajam dari dalam rumah agar keberkahan dapat masuk ke dalam rumah. Mereka juga tidak diperbolehkan menggunting rambut. Dan membersihkan rumah ketika Imlek tiba penting untuk membersihkan nasib buruk dan mempersiapkan diri menyambut keberuntungan yang akan datang.
Terdapat sebuah legenda tentang petasan yang selama ini membuat perayaan Imlek sangat meriah. Konon suara petasan tersebut dapat mengusir makhluk pemakan hasil panen bernama Nian. Tidak heran, saat Imlek, banyak sekali petasan dinyalakan.
Tentang hujan dalam tradisi Tionghoa, orang Cina mempercayai hujan yang menyertai peristiwa-peristiwa penting selalu menandakan keberkahan. Seperti pada peristiwa kelahiran, dan pernikahan.
Air, terutama air mengalir atau hujan, adalah elemen penting dalam kebudayaan Tionghoa. Dan selalu merupakan lambang penting bagi turunnya keberkahan atau keberuntungan.
Jika dirunut turunnya hujan saat perayaan Imlek, sebenarnya tidak lepas dari musim penghujan yang mengalami puncaknya selalu ketika Imlek tiba. Meskipun begitu, dapat dipahami bila adanya air yang mengalir sangat penting bagi kehidupan manusia.
Terkait dengan perubahan iklim saat ini, semua orang harus mulai menyadari bahwa air adalah elemen yang sangat penting bagi kehidupan. Dan mestinya mulai memperhatikan bagaimana merawat air dan bumi agar kehidupan tetap lestari.***