BeritaReligi

Kemudahan, Salah Satu Prinsip dalam Tuntutan Syariat Islam dan Teladan Kebiasaan Nabi Muhammad SAW

43
×

Kemudahan, Salah Satu Prinsip dalam Tuntutan Syariat Islam dan Teladan Kebiasaan Nabi Muhammad SAW

Sebarkan artikel ini
Masjid Nabawi, tempat Nabi Muhammad SAW disemayamkan, pada saat umat Islam tarawih pada bulan puasa Ramadan. (Foto: Instagram @discoverislaam)
Bagikan:

RELIGI | TD – Memilih yang paling mudah di antara berbagai pilihan merupakan salah satu kebijaksanaan yang diteladankan Nabi Muhammad SAW.

Kebijaksanaan memilih yang termudah ini juga didukung oleh firman Allah yang salah satunya tercantum dalam QS. adz-Dzaariyaat.

Mengenai pilihan yang mudah ini, QS. al-Baqarah (2):185 juga menjadi penuntun untuk memilih hal yang lebih mudah dalam cara berpuasa.

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka (wajiblah beginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan, hendaklah kamu mencukupkan bilangannya serta hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur.”

‘Kemudahan’ menjadi salah satu kunci dari ayat tersebut agar dapat menjadi petunjuk bagi orang-orang yang dihadapkan oleh pilihan-pilihan dalam hidup.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim pun terdapat ayat mengenai asas ‘kemudahan’ ini:

“Mudahkanlah dan jangan kalian mempersulit. Sampaikanlah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari.”

Yusuf Qadharawi, seorang teolog Islam dari Mesir, pun mengatakan bahwa memilih yang lebih mudah, terutama dalam hal beribadah, menjadi sebuah keharusan. Hal ini termasuk dalam tuntutan syariat Islam.

Salah satu tuntutan dalam syariat Islam, yaitu mengenai puasa, Islam tidak menganjurkan puasa setiap hari, kecuali pada saat tertentu seperti Ramadan.

Karena puasa setiap hari dapat membawa dampak kurang baik bagi kesehatan. Puasa setiap hari juga tidak lebih baik dari puasa dua hari seminggu, yakni setiap Senin dan Kamis. Dan, puasa terbaik adalah puasa Daud yang dilaksanakan dua hari sekali, atau sehari puasa sehari tidak. (Pat)

Bagikan: