Jalan Rawa Buntu Tangsel Diperbaiki, Dua Titik Beton Rusak Jadi Prioritas

waktu baca 4 menit
Senin, 19 Okt 2026 21:01 34 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mulai memasuki tahap penanganan struktur jalan setelah pengupasan lapisan aspal lama menemukan dua segmen beton yang mengalami kerusakan. Kedua titik tersebut menjadi prioritas perbaikan karena membutuhkan penanganan pada struktur jalan, bukan sekadar pelapisan ulang aspal.

Pekerjaan yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) ini berada di jalur dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya menuju pertigaan Taman Tekno–Buaran, arah BSD menuju Pamulang.

Tahap pengupasan aspal atau scraping berlangsung pada Minggu (18/10) malam hingga Senin (19/10) dini hari. Proses yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB tersebut menggunakan cold milling machine untuk membuka lapisan aspal lama sekaligus memeriksa kondisi konstruksi jalan di bawahnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ahmad Fatulloh, menjelaskan bahwa pengupasan merupakan tahapan awal untuk mengetahui kondisi struktur jalan secara langsung. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar penentuan bagian yang memerlukan perbaikan.

“Pekerjaan ini dilakukan pada satu lajur ruas jalan, mulai dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya sampai pertigaan Taman Tekno–Buaran. Tahap awalnya adalah pengupasan lapisan aspal. Setelah lapisan tersebut terbuka, kondisi struktur di bawahnya dapat diperiksa dan ditangani sesuai hasil temuan di lapangan,” ujar Ahmad.

Dua Segmen Beton Mengalami Kerusakan

Dari hasil pengupasan dan pemeriksaan lapangan, petugas menemukan dua segmen kerusakan pada struktur beton. Titik pertama berada di sekitar lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum SPBU, dengan panjang sekitar 45 meter dan lebar 6 meter.

Sementara itu, titik kedua berada di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya–Buaran. Segmen ini memiliki panjang sekitar 121 meter dengan lebar 6 meter.

Jika digabungkan, panjang kedua segmen yang menjadi prioritas penanganan mencapai sekitar 166 meter. Kerusakan pada bagian tersebut memerlukan pembongkaran dan perbaikan konstruksi beton agar penanganan tidak hanya memperbaiki tampilan permukaan jalan.

Menurut Ahmad, kedua titik tersebut akan ditangani terlebih dahulu berdasarkan hasil pemeriksaan setelah lapisan aspal dibuka.

“Dari hasil scraping semalam, ditemukan dua titik kerusakan pada struktur beton yang akan ditangani terlebih dahulu. Segmen pertama berada di dekat lampu merah Ruko Kencana Raya, dengan panjang sekitar 45 meter dan lebar 6 meter. Segmen kedua berada di dekat Bank Mandiri, dengan panjang sekitar 121 meter dan lebar 6 meter,” jelasnya.

Struktur Beton Dibongkar dan Diperbaiki

Pada bagian yang mengalami kerusakan, pekerjaan dilanjutkan dengan pembongkaran beton atau excavation. Setelah bagian yang rusak dibongkar, struktur jalan diperbaiki melalui pengecoran menggunakan beton mutu K-350 fast track, sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.

Struktur jalan pada ruas yang ditangani menggunakan sistem perkerasan kaku (rigid pavement), yakni konstruksi beton yang berfungsi menahan dan mendistribusikan beban kendaraan. Di atasnya terdapat lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course) yang berfungsi sebagai lapisan pengikat dalam struktur perkerasan beraspal.

Penggunaan beton fast track ditujukan untuk mendukung percepatan pekerjaan. Beton direncanakan menjalani masa pemeraman awal sekitar tiga hari, dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan hasil pemeriksaan kekuatan beton sebelum pekerjaan dilanjutkan.

Secara keseluruhan, rangkaian pembongkaran hingga pengecoran pada kedua segmen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Setelah struktur beton memenuhi persyaratan teknis, pekerjaan dilanjutkan dengan pemulihan lapisan aspal sesuai kebutuhan.

Dengan tahapan tersebut, perbaikan Jalan Rawa Buntu diarahkan untuk menangani kerusakan hingga ke bagian struktur, sehingga tidak hanya mengandalkan pelapisan ulang pada permukaan jalan.

Pengendara Diminta Berhati-hati

Selama pekerjaan berlangsung, kondisi permukaan jalan dapat berubah mengikuti tahapan rekonstruksi. Pengupasan aspal menimbulkan perbedaan ketinggian antara bagian yang telah dikupas dan bagian yang belum dikerjakan sehingga permukaan jalan untuk sementara tidak rata.

Selain itu, pekerjaan pada salah satu sisi lajur berpotensi membatasi ruang gerak kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Ahmad mengimbau pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area pekerjaan.

“Pada saat pengupasan aspal berlangsung, permukaan jalan menjadi tidak rata dan terdapat perbedaan ketinggian. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area pekerjaan,” katanya.

Pengendara juga diminta mematuhi rambu-rambu, mengikuti arahan petugas di lapangan, menjaga jarak aman, serta menghindari pengereman mendadak ketika melintasi bagian jalan yang belum rata.

Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan berharap masyarakat dapat memahami proses pekerjaan yang sedang berlangsung. Rekonstruksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kualitas infrastruktur jalan, sekaligus mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat setelah perbaikan selesai. (*)

LAINNYA