Garuda Indonesia Perkuat Mitigasi Keselamatan Penerbangan di Tengah Eskalasi Geopolitik Timur Tengah

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Okt 2026 15:26 52 Nazwa

JAKARTA | TD — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memperkuat langkah mitigasi operasional dan keselamatan penerbangan menyikapi eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan dari dan menuju Arab Saudi, khususnya rute Jeddah.

Dalam siaran persnya, Kamis (15/10/2026), Garuda Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan situasi secara intensif untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat berdampak terhadap kelancaran operasional penerbangan.

Sejak Jumat (9/10/2026), maskapai nasional tersebut telah melakukan sejumlah penyesuaian operasional, mulai dari pengalihan rute penerbangan, pengalihan pendaratan (divert) ke bandara alternatif, hingga penundaan penerbangan.

Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi serta hasil koordinasi dan arahan dari General Authority of Civil Aviation (GACA), otoritas penerbangan Arab Saudi.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Eric Ferdinand Sofyal menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi dinamika situasi geopolitik.

“Garuda Indonesia senantiasa menempatkan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional. Di tengah dinamika situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kami terus melakukan pemantauan secara intensif, mengevaluasi risiko penerbangan, serta memperkuat koordinasi dengan otoritas penerbangan terkait, khususnya di Arab Saudi,” ujarnya.

Menurut perusahaan, penyesuaian operasional tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk memastikan setiap keputusan penerbangan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi terkini.

Garuda Indonesia juga menyatakan bahwa seluruh penumpang yang terdampak oleh penyesuaian penerbangan telah mendapatkan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penerbangan Jeddah Berpotensi Mengalami Penyesuaian

Garuda Indonesia memperkirakan operasional penerbangan dari dan menuju Jeddah masih berpotensi mengalami penyesuaian jadwal. Kondisi tersebut bergantung pada perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah serta hasil koordinasi dengan otoritas penerbangan Arab Saudi.

Sementara itu, penerbangan dari dan menuju Madinah dilaporkan tetap beroperasi normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Garuda Indonesia akan terus memperkuat pemantauan situasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, baik di Indonesia maupun Arab Saudi.

Upaya tersebut mencakup penyiapan skenario operasional alternatif, termasuk kesiapan bandara pengalihan apabila kondisi mengharuskan dilakukannya perubahan rencana penerbangan.

Perusahaan menegaskan bahwa seluruh langkah mitigasi dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, sekaligus memperhatikan perkembangan situasi yang dapat memengaruhi operasional maskapai.

Penumpang Diimbau Memantau Informasi Penerbangan

Di tengah potensi perubahan jadwal, Garuda Indonesia mengimbau para pengguna jasa untuk memeriksa informasi penerbangan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Penumpang dapat menghubungi Call Center Garuda Indonesia di nomor 021-2351 9999 atau 0804 1 807 807, mengakses situs resmi garuda-indonesia.com, serta memantau informasi melalui akun Instagram @garuda.indonesia.

Garuda Indonesia menyatakan akan terus memperbarui langkah mitigasi operasional sesuai perkembangan situasi dan hasil koordinasi dengan otoritas terkait.

Dengan pemantauan berkelanjutan dan kesiapan skenario alternatif, perusahaan berupaya menjaga keselamatan penerbangan sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan penumpang di tengah situasi yang masih berkembang. (Ril/Red)

LAINNYA