Gandeng Diaspora, Andra Soni Targetkan Pemerataan Ekonomi di Banten

waktu baca 2 menit
Minggu, 29 Mar 2026 00:12 43 Nazwa

JAKARTA | TD – Gubernur Banten, Andra Soni, mendorong hadirnya program nyata berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta diaspora guna mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi di Provinsi Banten.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kumpul Jeung Dulur Diaspora Banten yang dirangkaikan dengan dialog interaktif “Rembuk Ngariung Jeung Dulur” di Mercure Kemayoran, Sabtu (28/3/2026).

Dalam forum tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan Banten ke depan tidak bisa hanya bergantung pada APBD. Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak, termasuk diaspora baik di dalam maupun luar negeri, menjadi kunci penting.

“Kita membutuhkan kolaborasi. Dengan keterbatasan fiskal, setiap program pembangunan harus tepat sasaran dan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah program yang telah dan tengah berjalan, di antaranya pembangunan jalan desa sepanjang 67,87 kilometer dengan anggaran Rp184 miliar, serta revitalisasi jaringan irigasi lebih dari 123 kilometer yang didukung APBN dan APBD.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Banten menjalankan program Sekolah Gratis yang telah menjangkau lebih dari 60.705 siswa di 801 sekolah swasta. Selain itu, terdapat pula program “Satu Sarjana Satu Desa” yang menyasar 1.238 desa.

Sementara itu, Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily, menilai Banten memiliki potensi besar untuk berkembang meski masih dihadapkan pada persoalan ketimpangan antarwilayah.

“Saya optimistis di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Banten bisa lebih maju. Tantangan kita adalah mengurangi kesenjangan antarwilayah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada terciptanya iklim investasi yang kondusif.

“Ketika investasi meningkat, itu akan menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang menyatakan kesiapan kementeriannya untuk bersinergi dengan Pemprov Banten.

Ia menjelaskan bahwa konsep transmigrasi saat ini telah berkembang, tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga membangun pusat-pusat ekonomi baru.

“Transmigrasi kini diarahkan pada pengembangan kawasan ekonomi baru. Kami bahkan sedang menjajaki lahan di Banten untuk pengembangan kawasan industri,” katanya.

Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya kerja sama lintas instansi, termasuk dengan mitra luar negeri.

“Kami siap mendukung Pak Gubernur Banten. Apa pun yang dibutuhkan, dengan sumber daya yang kami miliki, kami siap membantu,” tegasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Andra Soni optimistis Banten mampu meningkatkan daya saing ekonomi, menarik investasi, serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

“Kita tidak menunggu keadaan berubah, tetapi kita yang harus menciptakan perubahan itu,” pungkasnya. (*)

LAINNYA