Festival Anak Saleh 2025: Sachrudin Tegaskan Pentingnya Karakter untuk Indonesia Emas 2045

waktu baca 2 minutes
Senin, 24 Nov 2025 11:42 0 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD – Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa penguatan karakter anak menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi pada era disrupsi. Menurutnya, hal ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Festival Anak Saleh 2025 yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Tangerang di Gedung Serba Guna SMP Al Furqon Boarding School, Karawaci, Minggu (23/11/2025).

“Festival ini hadir sebagai respons atas tantangan zaman yang berubah cepat, ketika teknologi dan budaya global semakin mudah diakses. Masa depan bangsa ditentukan oleh generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kokoh. Nilai-nilai agama menjadi pijakan utamanya,” ujar Sachrudin di hadapan para orang tua dan peserta festival.

Mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Unggul dengan 29 Karakter Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Sachrudin juga mengingatkan bahwa potensi generasi muda di Kota Tangerang dapat berubah menjadi persoalan sosial apabila tidak diarahkan dengan benar.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan festival ini. Hampir seperempat warga Kota Tangerang adalah anak-anak dan remaja, sehingga pendampingan bagi mereka sangat vital. Pemerintah terus memperkuat program Kota Layak Anak, namun keluarga dan masyarakat tetap menjadi garda terdepan. Mari bersama membentuk anak-anak menjadi pribadi yang berakhlak dan membawa manfaat bagi lingkungannya,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Banten, yakni Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Komarudin. Ia menyampaikan pesan Gubernur Banten mengenai tiga komitmen utama di sektor pendidikan: menolak kekerasan, perundungan, dan intoleransi atau radikalisme di lingkungan sekolah maupun pergaulan anak.

“Gubernur memberikan perhatian besar pada pendidikan karakter. Beliau menekankan pentingnya penguatan karakter di sekolah, serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama menolak segala bentuk kekerasan, bullying, dan sikap intoleran,” ujar Komarudin. (*)

LAINNYA