EKBIS | TD – Pasar kripto bukanlah sekadar aset digital yang pergerakan harganya selalu bersifat fluktuatif naik dan turun secara tajam. Di balik volatilitasnya yang ekstrem terdapat dinamika sistemik yang menggambarkan relasi dinamis di antara Bitcoin dan Altcoin. Mungkin banyak investor kripto yang bertanya-tanya: “Mengapa Altcoin bisa naik lebih tinggi dari Bitcoin saat fase bull run tapi juga jatuh lebih dalam saat terjadi market crash? Dan mengapa Altcoin justru terlihat lesu saat Bitcoin sudah rebound?”
Untuk menjawabnya maka mari kita telusuri struktur laten yang menentukan arah arus modal dan psikologi pasar kripto secara menyeluruh.
Dengan dominasi kapitalisasi pasar yang pada saat artikel ini ditulis (Juni 2025) telah mencapai 64%, maka Bitcoin jelas bukan sekedar pionir namun ia adalah pembentuk realitas pasar. Setiap pergerakan signifikan pada harga Bitcoin akan berdampak sistemik ke seluruh ekosistem kripto. Saat Bitcoin memasuki fase bullish, ia memicu arus modal besar masuk dari sektor institusi, investor besar dan investor ritel. Fenomena ini menciptakan sentimen optimisme yang meluber ke hampir semua Altcoin.
Mengapa Altcoin bisa naik lebih tinggi dalam fase ini? Jawabannya sederhana: ROI ekspektatif altcoin jauh lebih tinggi karena valuasi harga awalnya yang rendah. Banyak investor yang telah mengambil keuntungan dari lonjakan harga Bitcoin akan melakukan rotasi aset ke Altcoin untuk mengejar peluang “moonshot”. Namun ini bukan karena kekuatan intrinsik Altcoin tersebut melainkan karena efek limpahan kepercayaan dari Bitcoin.
Ketika pasar berubah menjadi mode risk-off karena Bitcoin mengalami koreksi tajam maka investor akan segera mencari likuiditas. Dalam kondisi seperti ini Altcoin menjadi aset yang paling rentan tumbang karena:
Hasilnya, Altcoin bisa turun di atas 70% bahkan hingga 90%, terlepas dari kualitas proyek. Ini bukan cerminan dari integritas teknologinya, melainkan refleksi dari struktur pasar bebas yang didominasi oleh arus modal jangka pendek dan tekanan likuidasi.
Ketika Bitcoin pulih dari lembah untuk bergerak menuju harga awal tertinggi namun banyak Altcoin yang justru hanya naik sedikit atau stagnan. Penyebabnya: arus modal masuk kembali ke Bitcoin terlebih dahulu, karena ia dianggap paling aman, paling likuid, dan paling disukai institusi. Baru setelah pasar stabil dan risiko dianggap terkendali, investor mulai mengeksplorasi Altcoin kembali.
Dalam konteks teknikal, indikator BTC Dominance (BTC.D) menjadi alat bantu utama. Kenaikan BTC.D (yang saat ini menyentuh 64%) menunjukkan bahwa Bitcoin sedang menyerap kembali dominasi modal. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan pasar sedang dalam fase konservatif, belum siap untuk mengambil risiko lebih tinggi di Altcoin.
Banyak investor bertanya: Mengapa Altcoin berfundamental kuat bisa anjlok lebih dari 60%? Jawabannya: pasar tidak peduli pada whitepaper proyek saat panik.
Selama crash besar (seperti 2022 dan awal 2025), Altcoin unggulan seperti LINK, ADA, SOL bahkan ETH mengalami penurunan besar. Penyebabnya bukan karena proyek gagal, tapi karena:
Artinya bahkan Altcoin paling tangguh tidak bisa melawan gelombang makro tekanan pasar, dan harga mencerminkan perilaku pasar jangka pendek, bukan nilai jangka panjang.
Berikut adalah beberapa alasan utama kenapa penurunan Bitcoin saat crash lebih terkendali (± 30-40%), dibandingkan Altcoin yang bisa kehilangan 70–90% nilainya:
Kondisi ini menjadikan Bitcoin sebagai satu-satunya aset kripto yang konsisten bertahan di semua fase siklus pasar—bukan karena dia naik paling tajam, tapi karena dia jatuh paling lambat dan pulih paling awal.
Bagi investor yang tidak ingin terjebak dalam dilema “Hold dan terjun bebas”, maka pendekatan seperti ABVT (Altcoin–Bitcoin Value Transfer) menjadi sangat relevan untuk mitigasi resiko kerugian serta memaksimalkan potensi keuntungan. Strategi ini menganjurkan:
Dengan pendekatan seperti ini maka Altcoin digunakan sebagai generator nilai, sementara Bitcoin dijadikan sebagai kubah pertahanan nilai jangka panjang.
Dalam setiap siklus kripto — entah bullish atau bearish — Bitcoin adalah tempat dimulainya cerita dan tempat di mana semua cerita kembali berakhir. Altcoin bukanlah musuh Bitcoin, melainkan wahana untuk mengakselerasi pertumbuhan nilai saat kondisi mendukung.
Namun untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang maka investor perlu belajar satu hal penting, yaitu : jangan membiarkan euforia menenggelamkan logika. Di balik lonjakan harga ada suatu arsitektur sistemik yang harus dipahami dan di situlah letak kekuatan sebenarnya dari strategi investasi yang tangguh.
ABVT (Altcoin–Bitcoin Value Transfer) adalah strategi rotasi nilai yang dirancang untuk memanfaatkan siklus pasar kripto secara sistematis. Mekanismenya sederhana namun cerdas:
🔁 Inilah inti dari ABVT: seperti spiral tembak, strategi ini memutar dan menembus momentum dengan pola sirkular yang terukur.
Mengapa harus digabung dengan grid averaging?
Karena strategi ini menurunkan risiko entry tunggal dan mengakomodasi volatilitas tinggi. Dalam dunia kripto harga tidak pernah bergerak lurus. Dengan metode grid averaging, investor bisa:
⚙️ Grid Averaging membuat ABVT lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Skema strategi investasi kripto dalam bitcoin. (Foto: Dok. Penulis)
Tidak semua altcoin layak dijadikan generator nilai sehingga pemilihan Altcoin menjadi bagian yang sangat menentukan. Hanya koin-koin yang memiliki fundamental kuat, reputasi baik, dan daya tahan tinggi yang lolos sebagai generator utama.
Berikut ini adalah daftar rekomendasi Altcoin Generator terbaik yang perfomanya telah teruji dengan hasil yang sangat memuaskan:
KOIN | PMDPT |
BNB | -40% |
XRP | -60% |
ADA | -69% |
QNT | -69% |
LINK | -69% |
XDC | -69% |
Keterangan : PMDPT = Penurunan Maksimal Dari Puncak Terakhir.
Tambahan Altcoin lainnya yang juga layak untuk dipertimbangkan = SUI.
🛡️ Mereka terbukti tidak ambruk total saat badai pasar datang (tidak sampai lebih dari 70%, apalagi 90%). Bahkan mampu rebound dan melanjutkan tren naik dalam jangka menengah hingga panjang. Dari semua Altcoin yang penulis teliti, hanya BNB yang memiliki daya tahan paling kuat dalam menghadapi market crash dengan ketahanan yang hampir setara dengan Bitcoin!
Berikut versi final dengan singkatan HPM (Harga Penurunan Maksimal) dan format yang telah disesuaikan:
No | Aset | HPM |
1 | BNB | $500 |
2 | QNT | $51.50 |
3 | LINK | $9.50 |
4 | ADA | $0.50 |
5 | XDC | $0.05 |
6 | XRP | $1.60 |
7 | SUI | $1.60 |
Keterangan :
HPM = Harga Penurunan Maksimal.
Terhitung pada saat naskah ini ditulis (28 Juni 2025) semua Altcoin generator masih berada di lembah jadi saat ini merupakan momen yang cukup ideal untuk menerapkan strategi investasi ABVT + Grid Averaging.
“Investasi bukan tentang menjadi kaya secara instan, melainkan tentang bertahan dalam jangka panjang dengan strategi yang tepat.”
Beberapa hal yang perlu diingat:
Untuk mempelajari secara lebih terperinci mengenai Strategi Investasi Grid Averaging maka silahkan kunjungi : https://tangerangdaily.id/panduan-investasi-trading-kripto/
Untuk mempelajari secara lebih terperinci mengenai Strategi Altcoin-Bitcoin Transfer Value (ABVT) maka silahkan kunjungi : https://tangerangdaily.id/strategi-investasi-kripto-abvt-pasti-untung/
Untuk mencari tahu mengenai informasi harga terbaru pada semua Altcoin maka silahkan kunjungi laman :
https://coinmarketcap.com/
Penulis : Sugeng Prasetyo, Analis Kripto Independen
Editor: Patricia
Disclaimer: Artikel ini hanya sebagai referensi dan bukan rujukan utama. Investasi kripto memiliki risiko tinggi dan sebaiknya dilakukan dengan bimbingan pakar keuangan. Fluktuasi nilai aset kripto dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, sehingga penting untuk memahami risiko yang terlibat sebelum berinvestasi. Disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan situasi keuangan Anda. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan penulis tidak bertanggung jawab atas hasil dari keputusan tersebut. (*)