BANTEN | TD — Komitmen Indonesia untuk mempercepat target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 menjadi 2050 disampaikan justru oleh John Morton pada G20 lalu di Bali.
John Morton adalah Penasihat Iklim untuk Menteri Keuangan Amerika Serikat.
Hal ini berkaitan dengan kemitraan investasi untuk percepatan transisi energi di Indonesia.
Untuk itu Indonesia memperoleh dana sebesar 311 Triliun agar dapat mendanai kegiatan publik dan swasta berkenaan dengan transisi energi.
Namun hingga saat ini belum ada informasi dari pemerintah mengenai pusat-pusat yang digunakan untuk menghasilkan energi pengganti bahan bakar fosil.
Sedangkan di Banten, ternyata ada banyak opsi energi terbarukan yang belum diolah. Di antaranya adalah sumber bahan bakar yang berasal dari panas bumi.
Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Banten memiliki beberapa wilayah yang merupakan sebaran potensi panas bum. Potensi panas bumi Provinsi Banten sebesar 790 MWe itu tersebar di lima titik. Tiga titik di Kabupaten Serang, dan dua titik di Lebak.
Kelima titik potensial panas bumi tersebut adalah:
1. Rawa Dano, Serang sebesar 115MWe
2. Gunung Karang, Serang sebesar 170 MWe
3. Gunung Pulosari, Serang sebesar 100 MWe
4. Gunung Endut, Lebak sebesar 180 MWe
5. Pamancalan Kabupaten Lebak sebesar 225 MWe.
Rawa Dano, Gunung Karang dan Gunung Pulosari telah ditetapkan sebagai Wilayah Kerja Penambangan (WKP) Kaldera Danau Banten. Sedangkan Gunung Endut masih menunggu penetapan status WKPnya. Dan Pamancalan masih dalam tahap survei. (Pat/Rom)