BeritaEkbisKulinerUMKM

Asinan Bogor Dalam Cup, Olahan Buah yang Menjanjikan Keuntungan

417
×

Asinan Bogor Dalam Cup, Olahan Buah yang Menjanjikan Keuntungan

Sebarkan artikel ini
Asinan bogor dalam cup menjadi salah satu produk yang laris dijual. (Foto: instagram @andrianda)
Bagikan:

UMKM | TD – Salah satu olahan buah yang digemari masyarakat Indonesia adalah asinan. Karenanya, membuat atau menjual asinan merupakan salah satu peluang usaha yang menguntungkan.

Asinan dapat dijual di tempat-tempat yang potensial, seperti toko oleh-oleh, swalayan, restoran, juga di hotel dan restoran.

Produk asinan, misalnya asinan bogor, dibuat dari potongan buah-buahan yang diberi bumbu dengan rasa pedas, manis, dan asam.

Sedangkan buah-buahan yang sering dipakai membuat asinan yaitu mangga, nanas, bengkoang. Pada asinan bogor, ditambahkan potongan kol, taoge, dan ubi jalar, serta kacang goreng.

Berikut ini langkah-langkah yang diperlukan dalam membuat asinan dalam cup/plastik/mika yang awet dan dapat dijual.

1. Menyediakan alat dan bahan.

Bahan yang diperlukan:
– buah yang cukup masak,
– gula pasir,
– asam cuka (asam asetat), atau vinegar
– air kapur,
– cabai,
– ebi sangrai, atau bisa diganti terasi sangrai, dan
– air bersih.

Sedangkan alat yang diperlukan:
– kompor,
– panci perebus,
– panci kecil untuk melarutkan gula pasir,
– timbangan digital (yang menggunakan satuan gram),
– baskom,
– pisau,
– saringan untuk larutan gula,
– cup/plastik/mika,
– termometer,
– kertas lakmus.

2. Menyiapkan bumbu asinan.

Pertama, cabai dihilangkan bijinya, kemudian direndam air panas selama 3 menit dan tiriskan. Cabai tersebut lalu diblender dengan sedikit air.

Setelah itu, buat sirup bumbu dari gula pasir, asam cuka, dan ebi sangrai yang telah dihaluskan. Campur sirup ini dengan larutan cabai.

Larutan sirup dan cabai dapat disendirikan atau dimasukkan sekalian ke dalam cup plastik tempat buah. Bumbu asinan yang terpisah memiliki keuntungan agar pembeli mengatur sendiri tingkat kepedasan yang disukai.

3. Memproses buah menjadi asinan.

Pertama, cuci dahulu, kupas, dan potong buah-buahan memanjang 3 cm setebal 0,5 cm. Kemudian rendam dalam air kapur 1% selama 15 menit. Setelah itu, cuci potongan-potongan buah tersebut dalam air mengalir hingga rasa kapur hilang.

Tujuan dari perendaman adalah memperkeras tekstur buah sehingga tidak menjadi lembek saat asinan dihidangkan. Tekstur demikian juga akan memberikan rasa yang enak dan awet saat asinan disantap.

Langkah kedua, buah direndam selama semalam dalam larutan asam sitrat 2%. Tujuannya untuk menurunkan pH dan memberi rasa asam.

Ketiga, buah direbus dalam air mendidih 3 menit saja. Perebusan ini untuk menghentikan oksidasi yang membuat buah terus berproses semakin matang dan coklat.

Keempat, masukkan buah ke dalam bumbu asinan, larutan gula plus asam cuka/asam sitrat hingga pH berada di angka 4,45. Pengukuran pH dilakukan dengan kertas lakmus.

Kelima, larutan gula plus asam dan bumbu asinan yang sudah berisi buah kemudian direbus dalam suhu 80 derajat Celsius sebentar saja.

Keenam, pengemasan buah bersama larutan gula asam ke dalam plastik, tempat mika, atau cup, dan kemudian ditutup rapat.

4. Sterilisasi.

Proses sterilisasi diperlukan agar asinan yang dijual awet. Caranya dengan merebus cup berisi buah dan bumbu yang sudah tertutup rapat dalam suhu 80 derajat Celsius selama 25 menit. (Pat)

Bagikan: