Atasi Masalah Air Bersih Serpong Lagoon, PITS Siapkan Jaringan Pipa Mulai November

waktu baca 4 menit
Kamis, 22 Okt 2026 14:59 31 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Persoalan air bersih di Perumahan Serpong Lagoon, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ditargetkan mendapat solusi permanen melalui pembangunan jaringan perpipaan oleh Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS).

Perusahaan daerah itu menargetkan pembangunan dimulai November 2026 sehingga layanan air bersih dapat dinikmati warga pada Januari 2027.

Direktur Utama Perseroda PITS, Tubagus Hendra Suherman, mengatakan persiapan pembangunan terus dipercepat. Pihaknya telah melakukan pembahasan dengan pengelola perumahan untuk menyepakati pola kerja sama sekaligus menentukan skema pengelolaan layanan air bersih ke depan.

Langkah tersebut dilakukan setelah adanya arahan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, agar persoalan air bersih yang dialami warga Serpong Lagoon segera ditangani melalui solusi jangka panjang.

Menurut Hendra, pihaknya telah mengkaji sejumlah aspek yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut, mulai dari regulasi, kebutuhan investasi, hingga mekanisme pengambilalihan pengelolaan. Kesepakatan bersama atau nota kesepahaman (MoU) dengan pihak terkait diharapkan segera terwujud.

“Kami sudah membahas secara internal dari segala aspek, regulasi semua, termasuk investasi seperti apa. Ini diupayakan kita akan segera MoU dan kita akan juga segera bangun karena ini mendesak,” ujar Hendra, Kamis (22/10/2026).

Dalam rencana tersebut, pasokan air bersih akan bersumber dari PT Tirta Kerta Raharja (TKR). Hendra menyebut PITS telah menjalin komunikasi dengan Direktur Teknik TKR untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi warga Serpong Lagoon.

PITS berencana mengajukan alokasi air sebesar 15 liter per detik (LPS). Sementara itu, kebutuhan air di Serpong Lagoon saat ini diperkirakan berkisar 8 hingga 10 LPS.

“Kebutuhan untuk Serpong Lagoon itu kurang lebih sekarang ini 8 sampai 10 LPS. Ketersediaan airnya ada,” jelasnya.

Alokasi tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan Serpong Lagoon sekaligus membuka peluang pengembangan layanan air bersih di kawasan lainnya. Terlebih, kerja sama pembelian air curah antara PITS dan TKR telah berjalan melalui perjanjian kerja sama (PKS).

Dengan kepastian pasokan tersebut, PITS kini berfokus menyiapkan infrastruktur distribusi agar air dapat disalurkan langsung kepada pelanggan melalui jaringan perpipaan yang akan dibangun.

Hendra mengatakan, PITS juga mengusulkan pengambilalihan seluruh pengelolaan layanan air bersih di Serpong Lagoon. Melalui skema itu, pelayanan kepada warga nantinya ditangani PITS tanpa lagi melibatkan pihak swasta dalam pengelolaan layanan tersebut.

“Kalau dari PITS itu minta kita takeover aja semua. Jadi tidak ada lagi pelayanan yang melibatkan pihak swasta di sana,” ungkapnya.

Meski demikian, proses pengambilalihan masih membutuhkan pembahasan mengenai aset dan investasi yang telah dikeluarkan pengelola sebelumnya. Untuk memastikan nilai aset secara objektif, PITS berencana melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Hasil penilaian tersebut nantinya menjadi salah satu bahan dalam pembahasan skema pengambilalihan dan kerja sama dengan pihak pengelola perumahan.

Dari sisi pembiayaan, Hendra memastikan PITS memiliki kesiapan untuk mendanai pembangunan jaringan perpipaan. Sumber dana akan diupayakan dari kas dan setara kas perusahaan, dengan opsi pembiayaan perbankan apabila diperlukan tambahan modal.

“Yang pasti dari segi pendanaan sih kita siap,” tegasnya.

Selain menyiapkan pendanaan, PITS tengah mempercepat proses administrasi dan perizinan. Hendra berharap seluruh persyaratan dapat segera diselesaikan agar pekerjaan fisik bisa dimulai pada November 2026 sesuai target.

“Target kita sih ini perizinan apa semua segala macam kita tempuh, misalkan dalam waktu satu minggu, minggu depan mudah-mudahan selesai,” paparnya.

Berdasarkan informasi awal, layanan air bersih yang direncanakan tersebut berpotensi menjangkau sekitar 1.324 rumah di Serpong Lagoon. Meski demikian, pendataan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan jumlah penerima manfaat dan kebutuhan air secara keseluruhan.

Hendra menilai dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan sesuai rencana. Terutama dalam mempercepat perizinan serta menyelesaikan aspek teknis yang masih harus dipenuhi.

Ia berharap pembangunan jaringan perpipaan ini dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, warga Serpong Lagoon ditargetkan mulai menerima pasokan air bersih pada awal 2027.

“Januari insyaallah sudah bisa mulai mengalirkan. Makanya kami butuh dukungan seluruh stakeholder untuk menyalurkan air bersih di Serpong Lagoon,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA