Pemkot Tangsel Beberkan Strategi Pulihkan Kawasan Pasar Cimanggis Pascaledakan

waktu baca 4 menit
Rabu, 21 Okt 2026 14:46 67 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) merespons cepat, terukur, dan transparan dalam menangani dampak pascainsiden ledakan yang melanda kawasan Pasar Cimanggis pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Di balik langkah penanganan teknis yang ketat, pemerintah daerah menempatkan keselamatan jiwa warga serta perlindungan sosial bagi para pedagang sebagai prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengakui bahwa kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar melakukan inventarisasi kerusakan fisik, tetapi juga memastikan adanya transparansi informasi serta jaminan solusi nyata bagi para pemilik ruko dan pelaku usaha yang terdampak secara ekonomi.

Sejak hari pertama insiden terjadi, jajaran Pemkot Tangsel langsung bergerak serentak untuk mengamankan lokasi dan memetakan dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Menurut Asep Nurdin, kecepatan dan ketepatan koordinasi antar-dinas teknis menjadi kunci utama dalam memitigasi risiko susulan di lapangan.

“Pemkot Tangsel bergerak tanpa jeda. Kami ingin memastikan bahwa langkah-langkah darurat yang diambil tidak hanya berfokus pada aspek teknis fisik bangunan, tetapi juga memberikan ketenangan psikologis bagi warga dan para pedagang yang terdampak secara langsung,” ujar Asep Nurdin dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa transparansi informasi kepada publik adalah bentuk pertanggungjawaban moral pemerintah daerah agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh dan objektif, sekaligus menghindari spekulasi yang dapat memicu keresahan.

“Diskominfo Tangsel berkomitmen penuh untuk berdiri di garis depan dalam menyediakan informasi yang transparan, akurat, dan edukatif. Setiap perkembangan penanganan di lapangan akan terus kami sampaikan secara berkala kepada masyarakat luas,” imbuh dia.

Sebagai bagian dari edukasi publik, Diskominfo Tangsel membagikan hasil asesmen mendalam yang dilakukan oleh tim penilik bangunan gedung dari Dinas Cipta Karya.

Berdasarkan investigasi teknis di lokasi kejadian, ledakan besar tersebut telah menimbulkan kerusakan struktural yang sangat parah.

Asep Nurdin merinci bentuk kerusakan yang ditemukan di lapangan, mulai dari fenomena buckling (tekukan/pelengkungan) hingga cracking (retakan masif) pada struktur utama bangunan, khususnya pada bagian kolom dan balok induk.

“Berdasarkan hasil asesmen mendalam yang dilakukan oleh rekan-rekan dari Dinas Cipta Karya, ditemukan adanya kerusakan berat berupa buckling atau tekukan serta cracking atau retakan pada kolom dan balok induk. Ini adalah struktur vital penopang bangunan. Jika tetap dipertahankan atau dipaksakan beroperasi, risikonya sangat fatal dan berpotensi memicu kegagalan struktur total yang mengancam nyawa,” jelas Asep.

Dia juga menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan pembongkaran (demolition) pada bangunan ruko yang terdampak merupakan langkah preventif mutlak yang harus diambil demi menghindari jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.

“Keputusan untuk melakukan pembongkaran atau demolish memang berat secara emosional dan ekonomi, namun ini adalah langkah mutlak demi keselamatan bersama. Kami tidak ingin ada korban susulan. Keselamatan manusia adalah hukum tertinggi yang harus dipegang teguh oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan sangat menyadari bahwa ruko-ruko di kawasan Pasar Cimanggis bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan pusat penghidupan dan denyut nadi perekonomian bagi para pedagang setempat.

Oleh karena itu, aspek humanis menjadi pilar penting dalam setiap kebijakan relokasi yang dirumuskan.

Asep Nurdin memastikan bahwa Pemkot Tangsel tidak akan tinggal diam dan membiarkan para pedagang berjuang sendiri. Melalui koordinasi lintas sektoral, pemerintah telah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk aktif mendampingi para pelaku usaha mencari solusi tempat berniaga yang baru.

“Kami sangat memahami bahwa ruko-ruko tersebut adalah sumber mata pencaharian utama bagi para pedagang dan keluarga mereka. Oleh karena itu, melalui koordinasi erat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kami berkomitmen untuk mendampingi proses transisi ini secara intensif,” terang Asep.

Pemerintah daerah saat ini tengah membuka ruang dialog terbuka dengan para pemilik ruko dan asosiasi pedagang untuk merumuskan skema relokasi yang paling ideal, aman, dan representatif.

“Kami akan berdiskusi langsung dengan para pemilik ruko dan pedagang untuk mencari solusi terbaik, termasuk memfasilitasi pencarian tempat sewa baru yang aman, representatif, dan strategis agar roda perekonomian mereka bisa segera berputar kembali tanpa hambatan berarti,” tambahnya.

TB Asep Nurdin turut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan warga Tangerang Selatan, untuk senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, mematuhi standar teknis tata bangunan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.

“Musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya ketahanan infrastruktur dan mitigasi risiko. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat, kami optimis kawasan Pasar Cimanggis dapat segera pulih dan ditata kembali menjadi ruang niaga yang jauh lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

LAINNYA