
Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang memberikan edukasi politik kepada siswa SMAN 1 Ciruas dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema pentingnya pendidikan pemilih pemula, Jumat (16/10/2026). (Foto: Ist) KOTA SERANG| TD – Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pentingnya Edukasi Generasi Muda dalam Pemilihan Politik Langsung” di SMAN 1 Ciruas, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut melibatkan lima mahasiswa, yakni Fadila Pratiwi, Tia Febriana, Fathimatuzzahrah, Rafli Athallah Muzakir, dan Risna Dini Fat’ha Maulida. Melalui kegiatan ini, mereka berupaya menanamkan kesadaran politik kepada para pelajar, terutama dalam mempersiapkan diri menjadi pemilih pemula yang mampu menentukan pilihan secara mandiri.
Ketua kelompok PKM, Fadila Pratiwi, mengatakan pendidikan politik sejak dini penting untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya memahami tata cara menggunakan hak pilih, tetapi juga perlu mampu menilai pilihan secara kritis dan bijaksana.
“Edukasi pemilih pemula bukan sekadar memberikan pemahaman tentang cara menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga membangun kesadaran agar generasi muda mampu menentukan pilihan secara bijak, rasional, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Fadila, mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan politik di masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Pengetahuan akademik yang diperoleh di perguruan tinggi dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk membantu masyarakat memahami berbagai persoalan demokrasi.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa juga dapat berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa ketika menghadapi proses pemilihan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain memahami mekanisme pemilu, pemilih pemula juga perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi. Hoaks, praktik politik uang yang kerap dikaitkan dengan istilah serangan fajar, serta tekanan dari pihak lain merupakan sejumlah hal yang perlu diwaspadai agar pilihan politik tidak dipengaruhi informasi menyesatkan atau kepentingan tertentu.
“Generasi muda perlu membiasakan diri mencari informasi dari sumber tepercaya, mempelajari visi dan misi kandidat, serta mencermati program yang ditawarkan. Dengan begitu, keputusan memilih tidak hanya didasarkan pada ajakan orang lain atau informasi yang belum terverifikasi,” terangnya.
Ia menambahkan, pendidikan pemilih membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga penyelenggara pemilu. Kolaborasi tersebut diperlukan agar edukasi politik dapat berlangsung secara berkelanjutan dan disampaikan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik generasi muda.
Pendidikan politik bagi pelajar dapat dikemas melalui berbagai pendekatan interaktif, seperti diskusi, tanya jawab, simulasi pemungutan suara, serta pembahasan kasus yang kerap ditemukan dalam penyelenggaraan pemilu. Dengan metode tersebut, pelajar diharapkan lebih mudah memahami prinsip demokrasi sekaligus menyadari pentingnya partisipasi warga negara.
Tim mahasiswa Unpam Serang berharap kegiatan edukasi pemilih pemula di SMAN 1 Ciruas dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara sadar dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, para siswa memahami bahwa menggunakan hak pilih bukan hanya hak sebagai warga negara, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap pilihan harus ditentukan secara mandiri, tanpa paksaan, serta berdasarkan informasi yang benar,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unpam Serang berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pemilih yang kritis, mandiri, dan bertanggung jawab sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. (*)