Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau langsung operasional SPPG Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, untuk memastikan proses penyediaan hingga distribusi makanan dalam program MBG berjalan optimal, higienis, dan sesuai SOP. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan dalam program MBG berjalan optimal, higienis, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungan itu, Maesyal Rasyid didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Camat Sukamulya, serta Kepala Desa Parahu. Mereka meninjau langsung operasional SPPG, termasuk tahapan persiapan bahan makanan, pengolahan, penerapan standar kebersihan, hingga proses distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Bupati Maesyal mengatakan, pengecekan secara langsung diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, kualitas makanan tidak hanya ditentukan dari menu yang diberikan, tetapi juga dari bagaimana makanan tersebut dipersiapkan hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Pak Camat dan Pak Kepala Desa melihat secara langsung operasional SPPG di Desa Parahu. Alur-alurnya sudah dijelaskan dan sesuai dengan SOP. Sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan juga sudah keluar,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut adalah penerapan kebersihan dan kerapian dalam setiap tahapan operasional SPPG.
Mulai dari persiapan bahan makanan hingga proses pengolahan, seluruh tahapan perlu dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan. Setelah makanan siap, proses berikutnya adalah pendistribusian kepada penerima manfaat melalui armada khusus.
Bupati Maesyal menilai, ketepatan waktu dalam distribusi juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program MBG. Karena itu, alur kerja di SPPG harus ditata sedemikian rupa agar makanan dapat diterima dalam kondisi yang baik dan sesuai jadwal.
SPPG Parahu 2 menggunakan wadah ompreng dalam pendistribusian makanan. Setelah makanan selesai dikonsumsi, wadah tersebut kemudian ditarik kembali untuk dibersihkan sebelum digunakan kembali.
Pengambilan wadah dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Sistem tersebut menjadi bagian dari pengelolaan operasional SPPG agar proses penyediaan dan pendistribusian makanan dapat berlangsung secara teratur.
Selain memastikan aspek kebersihan dan distribusi, Bupati Maesyal juga menekankan pentingnya kolaborasi antara SPPG dengan fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung penyusunan dan penyediaan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat. Dengan demikian, pelaksanaan MBG tidak hanya berorientasi pada pemberian makanan, tetapi juga memastikan asupan yang diberikan memiliki nilai gizi yang memadai.
Menurut Maesyal, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, satuan pendidikan, pemerintah desa, hingga pengelola SPPG perlu memastikan setiap proses berjalan sesuai peran masing-masing.
Ia berharap SPPG Parahu 2 dapat menjadi salah satu contoh bagi SPPG lainnya di Kabupaten Tangerang, terutama dalam penerapan kebersihan, kerapian alur kerja, ketepatan distribusi, serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini terus berjalan dengan baik, makanannya bergizi, prosesnya higienis, distribusinya tepat waktu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Pemantauan langsung tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program MBG di Kabupaten Tangerang tidak hanya berjalan dari sisi distribusi, tetapi juga memenuhi standar dalam proses penyediaan makanan. Dengan pengawasan pada setiap tahapan, kualitas makanan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat diharapkan tetap terjaga. (*)