Al-Khairiyah Siap Gelar Muktamar XI, Teguhkan Tiga Prinsip Landasan Perjuangan

waktu baca 3 menit
Minggu, 4 Okt 2026 14:32 38 Nazwa

CILEGON | TD — Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah siap menggelar Muktamar XI pada 16–18 Oktober 2026 di Citangkil, Kota Cilegon, Banten. Forum tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan tiga prinsip landasan khitah perjuangan Al-Khairiyah, yakni menegakkan akidah dan tauhid, mengembangkan syariat, serta menuntun akhlak untuk membangun peradaban dunia.

Muktamar XI mengusung tema “Menegakkan Akidah dan Tauhid, Mengembangkan Syariat, Menuntun Akhlak dan Membangun Peradaban Dunia.”

Ketua Umum PB Al-Khairiyah Dr. Ali Mujahidin, SHI, MM, MH, mengatakan tema tersebut merupakan penegasan atas prinsip landasan khitah perjuangan Al-Khairiyah sekaligus komitmen Satria Setia Bhakti Al-Khairiyah.

“Prinsip landasan perjuangan Al-Khairiyah itu menjadi landasan ideologi keislaman individu, organisasi, keumatan, kebangsaan, dan keindonesiaan,” ujar Ali Mujahidin, yang akrab disapa Haji Mumu, dalam perbincangan dengan wartawan di Cilegon, Minggu (4/10).

Menurut Ali, ketiga prinsip tersebut merupakan integrasi falsafah perjuangan untuk mewujudkan generasi dan masyarakat yang beriman, bertakwa, sukses, adil, makmur, dan sentosa guna meraih keberuntungan dunia dan akhirat atas izin dan rida Allah SWT.

Menegakkan Akidah dan Tauhid

Prinsip pertama adalah menegakkan akidah Islamiyah dan tauhid berlandaskan Al-Qur’an dan hadis. Prinsip ini menjadi fondasi keimanan spiritual bagi kader Al-Khairiyah, umat, bangsa, dan negara dalam menjalankan perintah serta menjauhi larangan Allah SWT.

Menurut Ali, prinsip tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan tugas kenabian dalam menegakkan akidah dan tauhid.

Mengembangkan Syariat

Prinsip kedua adalah mengembangkan syariat yang diwujudkan melalui pendalaman ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Prinsip ini juga mencakup komitmen terhadap penegakan hukum serta semangat amar makruf nahi mungkar dalam memperjuangkan keadilan bagi umat, bangsa, dan negara.

Al-Khairiyah juga menekankan pentingnya menghormati sejarah perjuangan bangsa serta mengisi cita-cita kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa.

Nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, kata Ali, juga menjadi bagian dari perjuangan yang berorientasi pada rahmat bagi seluruh alam.

Selain itu, penguatan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah Al-Khairiyah, dan ukhuwah insaniyah menjadi bagian penting dalam prinsip tersebut. Perjuangan diwujudkan melalui langkah yang aktif, kreatif, inovatif, progresif, dan produktif agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menuntun Akhlak dan Membangun Peradaban

Prinsip ketiga adalah menuntun akhlak untuk membangun peradaban. Prinsip ini diarahkan pada pembentukan integritas dan keteladanan (uswah hasanah), dedikasi, semangat, serta motivasi kerja dalam aspek kepribadian, perilaku, etika, moral, dan akhlak.

Nilai tersebut diharapkan menjadi jati diri individu, keluarga, generasi, umat, dan masyarakat.

Ali juga menekankan pentingnya tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, empati, dan kebaikan yang dilandasi kasih sayang kepada sesama manusia dan seluruh makhluk di alam semesta.

“Hal lain yaitu menjaga dan memperkuat kearifan kultur dan budaya tradisi, menanamkan nilai-nilai agama dan spiritual serta menuntun akhlak mulia kepada Allah SWT, kepada Rasulullah, serta kepada orang tua, keluarga, guru, dan sahabat,” katanya.

Bukan Sekadar Agenda Organisasi

Ali berharap Muktamar XI tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi. Menurut dia, forum tersebut harus menjadi momentum untuk menyatukan komitmen dan tekad seluruh kader dalam mengimplementasikan prinsip perjuangan Al-Khairiyah.

“Muktamar XI bukan sekadar melaksanakan disiplin organisasi, bukan hanya merumuskan ide dan gagasan serta program kerja, dan bukan hanya memilih pemimpin dan pengurus baru,” ujar Ali.

“Yang lebih penting adalah menyamakan komitmen dan tekad untuk dapat mewujudkan tiga prinsip landasan khitah perjuangan Al-Khairiyah, yaitu menegakkan akidah dan tauhid, mengembangkan syariat, menuntun akhlak, dan membangun peradaban dunia,” katanya. (*)

LAINNYA