Senior Architect PDW Bagus Yanuar saat memperkenalkan pengembangan terbaru Vermont Hills di Serpong, yang mencakup konsep resort residential, fasilitas kawasan, konektivitas, serta penataan area komersial. (Foto: Ist) KOTA TANGSEL | TD — Kawasan hunian di Serpong terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal yang tidak hanya menawarkan rumah, tetapi juga lingkungan yang nyaman dan fasilitas yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Melihat peluang tersebut, PDW Architecture memperkenalkan wajah baru Vermont Hills. Kawasan hunian yang sebelumnya mengusung konsep Garden Resort Living ini kini dikembangkan dengan pendekatan baru dari sisi arsitektur, lanskap, fasilitas, konektivitas hingga area komersial.
Konsep yang ditawarkan mengarah pada resort residential experience. Hunian dirancang untuk menghadirkan suasana seperti berada di kawasan resor, namun tetap terintegrasi dengan kebutuhan kehidupan perkotaan.
Vermont Hills dikembangkan di atas lahan sekitar 2,8 hektare. Kawasan tersebut terdiri atas sekitar 158 unit hunian dan 14 unit komersial yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan.
Sejumlah fasilitas juga disiapkan untuk melengkapi pengalaman tinggal para penghuni. Mulai dari club house, kolam renang, children playground, thematic garden, lapangan basket, communal space, hingga electric vehicle charging station.
Senior Architect PDW, Bagus Yanuar, mengatakan salah satu fokus utama dalam pengembangan terbaru Vermont Hills adalah memperkuat konektivitas kawasan.
Menurutnya, akses Vermont Hills nantinya akan terkoneksi dengan kawasan pengembang ternama di Serpong. Kondisi tersebut membuat kawasan hunian menjadi lebih terbuka sekaligus terhubung dengan berbagai fasilitas di sekitarnya.
“Konektivitas akses akan menjadi nilai tambah, karena aksesnya akan jadi sangat mudah bagi warga untuk langsung ke kota besar di Serpong,” ujar Bagus. Kamis, (24/9/2026).
Akses tersebut juga memberikan pilihan perjalanan menuju Stasiun Cisauk, Pasar Modern Intermoda hingga Gerbang Tol BSD Timur. Jalur itu terhubung melalui koridor Jalan Raya Serpong-Cisauk.
Dengan konektivitas tersebut, waktu perjalanan menuju sejumlah fasilitas dan titik strategis itu diperkirakan sekitar 5 hingga 8 menit, menyesuaikan kondisi lalu lintas.
Pengembangan tidak berhenti pada kawasan hunian. Vermont Hills juga melakukan penataan terhadap area komersial dengan menerapkan konsep on-street parking.
Konsep tersebut membuat aktivitas komersial diharapkan lebih terbuka dan nyaman bagi pejalan kaki. Area komersial juga dirancang agar memiliki keterhubungan yang lebih natural dengan lingkungan hunian.
Chief Marketing Officer (CMO) Vermont Hills, Andre Utama, mengatakan transformasi kawasan dilakukan secara menyeluruh. Penyesuaian mencakup strategi pemasaran, pengembangan kawasan, customer experience hingga penguatan posisi Vermont Hills di pasar properti Serpong.
“Fase transformasi dari sisi pemasaran, pengembangan kawasan, customer experience, hingga penguatan positioning Vermont Hills di pasar Serpong telah dilakukan,” kata Andre.
Dia mengatakan konsep tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang tengah mencari hunian di kawasan Serpong dengan mempertimbangkan desain, fasilitas, akses dan lingkungan.
Sementara itu, Chief Digital Officer (CDO) Vermont Hills, Andika Pratama, menyebut perubahan konsep tersebut diharapkan mulai memberikan dampak dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Impact dari perubahan ini kami harapkan mulai terlihat dalam satu hingga dua bulan ke depan. Fokus kami bukan hanya menjual produk, tetapi menyediakan solusi perumahan berkualitas,” ujar Andika.
Menurut Andika, hunian Vermont Hills dirancang dengan pendekatan arsitektur PDW dan ditawarkan dengan harga yang kompetitif. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan karakter tersendiri sekaligus pengalaman tinggal yang berbeda bagi penghuni.
Pengenalan konsep baru Vermont Hills juga mulai dilakukan kepada pasar properti. Lebih dari 300 rekan pemasar properti di kawasan Serpong hadir dalam kegiatan peluncuran yang digelar di AEON Mall Serpong.
Respons awal dari jaringan pemasaran disebut cukup positif. Konsep kawasan, konektivitas, desain hunian serta harga menjadi beberapa aspek yang mendapat perhatian.
Vermont Hills menawarkan hunian dua lantai dengan harga mulai dari kisaran Rp900 jutaan. Penawaran tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi untuk menjangkau pasar hunian di kawasan Serpong.
Dari sisi arsitektur, karakter modern tropis semakin diperkuat. Desain tidak hanya mengejar tampilan bangunan, tetapi juga memperhatikan kualitas ruang yang menjadi bagian dari keseharian penghuni.
Bukaan bangunan, sirkulasi udara, pencahayaan alami serta hubungan antara bangunan dan ruang terbuka menjadi elemen yang diperhatikan dalam rancangan kawasan.
Dengan perpaduan hunian, fasilitas, ruang terbuka, area komersial serta konektivitas yang semakin terintegrasi, Vermont Hills kini memasuki fase baru dalam pengembangan kawasan properti di Serpong.
Melalui konsep Resort Residential Experience, Vermont Hills berupaya menghadirkan pengalaman tinggal yang memadukan kenyamanan hunian dengan suasana resor, sekaligus tetap dekat dengan berbagai kebutuhan perkotaan. (*)