
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Maria Teresa Suhardja, membagikan ribuan buku tulis kepada pelajar di sejumlah lembaga pendidikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan sekaligus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan anak-anak dan generasi muda. (Foto: Ist) KOTA TANGSEL | TD – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Maria Teresa Suhardja, membagikan 5.000 buku tulis kepada pelajar di sejumlah lembaga pendidikan di Tangsel.
Buku tersebut dibagikan dalam sepekan terakhir kepada siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga santri di sejumlah pondok pesantren.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian Maria Teresa terhadap pendidikan sekaligus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan anak-anak dan generasi muda.
Menurut Maria Teresa, buku dan alat tulis merupakan kebutuhan sederhana. Namun, bagi keluarga dengan kondisi ekonomi sulit, kebutuhan tersebut tetap dapat menjadi beban.
Ia menilai kebutuhan dasar pendidikan tidak boleh dipandang sebelah mata, terlebih setelah muncul pemberitaan tentang seorang anak SD yang disebut kesulitan membeli buku dan pena dengan nilai kurang dari Rp10.000.
“Buku tulis mungkin sederhana, tetapi bagi seorang anak, buku adalah bagian dari proses mereka belajar, menulis, berpikir, dan mengembangkan cita-cita,” ujar Maria Teresa. Kamis, (3/9/2026)
Ia menegaskan, pembagian 5.000 buku tersebut bukan solusi untuk seluruh persoalan pendidikan dan literasi di Tangsel.
Namun, langkah itu diharapkan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan anak-anak yang ditemui di lapangan.
“Ini adalah langkah kecil. Tetapi saya percaya perubahan juga bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.
Maria Teresa juga menilai penguatan literasi harus menjangkau seluruh lingkungan pendidikan, termasuk sekolah dan pondok pesantren.
“Anak-anak kita, baik yang belajar di SD, SMP maupun di pondok pesantren, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang,” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak pihak ikut berperan dalam mendukung pendidikan dan literasi di Kota Tangsel.
“Jangan sampai seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena tidak memiliki buku untuk menulis. Kalau kita mampu membantu, mari kita bantu,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)