
Petugas menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kemarau di Tangerang Selatan. Hingga 31 Agustus 2026, DCKTR Tangsel mencatat 727.750 liter air bersih telah didistribusikan ke 21 titik. (Foto: Ist) KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) tengah menyalurkan 727.750 liter bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.
Kepala DCKTR Tangsel Ade Suprizal mengatakan, penyaluran tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Hingga 31 Agustus 2026 sudah kita salurkan 727.750 liter air bersih kepada warga yang terdampak ke 21 titik di wilayah Tangsel,” ujar Ade, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ade, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan oleh DCKTR. Penyaluran juga mendapat dukungan dari BPBD, Sinarmas, BBWSCC, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Data tersebut merupakan akumulasi bantuan yang disalurkan berbagai pihak hingga akhir Agustus 2026.
Ade menyebut permintaan bantuan air bersih dari masyarakat masih terus masuk. Pengajuan dilakukan melalui wilayah yang mengalami kesulitan air untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Dalam sehari, biasanya dikerahkan satu hingga dua mobil tangki dengan kapasitas sekitar 4.000 liter setiap armada. Mobil tangki tersebut dapat melayani satu hingga dua lokasi, tergantung kebutuhan warga di masing-masing titik,” jelas Ade.
Air yang didistribusikan, lanjut Ade kemudian ditampung di toren yang telah disiapkan warga. Namun, akses menuju toren terkadang menjadi kendala karena berada di dalam gang atau cukup jauh dari lokasi truk.
“Pipa sambungan menjadi pilihan untuk mengambil air dari mobil tangki ke toren warga,” ucapnya.
Ade menilai kondisi kekeringan tahun ini masih relatif terkendali. Volume air yang disalurkan hingga akhir Agustus juga disebut masih lebih rendah dibandingkan periode kekeringan sebelumnya.
“Dari 21 titik penerima bantuan, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, menjadi salah satu wilayah yang paling banyak membutuhkan pasokan air bersih,”.
Ade mengimbau warga yang mengalami kesulitan air segera mengajukan permintaan melalui RT/RW dan kelurahan. Pengajuan tersebut selanjutnya dapat diteruskan kepada BPBD maupun DCKTR untuk ditindaklanjuti. (Idris Ibrahim)