KPA Kabupaten Tangerang Dorong Pembentukan WPA di Sepatan Timur untuk Perkuat Pencegahan HIV/AIDS

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 22:00 55 Nazwa

TANGERANG | TD — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang mendorong pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) di Kecamatan Sepatan Timur sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS berbasis masyarakat. Langkah tersebut dibahas dalam audiensi dan koordinasi bersama Puskesmas Kedaung Barat yang berlangsung di ruang rapat Puskesmas Kedaung Barat, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pengelola Program KPA Kabupaten Tangerang Eko Darmawan, S.T., Kepala Puskesmas Kedaung Barat dr. Salwah beserta jajaran, perwakilan Yayasan Bina Muda Gemilang (YBMG) Bambang Sumantri, serta perwakilan WPA Pisangan Jaya.

Pembentukan WPA di Kecamatan Sepatan Timur menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. WPA merupakan wadah partisipasi masyarakat yang berfungsi sebagai sarana edukasi, penyebarluasan informasi, serta penggerak berbagai kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS hingga ke tingkat lingkungan masyarakat dan satuan pendidikan.

Dalam sambutannya, dr. Salwah menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana pembentukan WPA di wilayah Kecamatan Sepatan Timur. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan upaya pencegahan HIV/AIDS yang berkelanjutan.

Sementara itu, Eko Darmawan menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.

“Keberadaan WPA sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pencapaian target penanggulangan HIV/AIDS. WPA diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat sinergi antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, komunitas, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, KPA Kabupaten Tangerang dan Puskesmas Kedaung Barat juga membahas mekanisme pembentukan WPA, penguatan kapasitas kader, serta strategi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, WPA diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS, mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), serta mendorong masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan sejak dini.

Selain itu, keberadaan WPA juga diharapkan dapat memperkuat jejaring antara masyarakat, fasilitas kesehatan, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung program kesehatan yang berkelanjutan.

Pembentukan WPA di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Barat menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli, responsif, dan aktif dalam pencegahan HIV/AIDS, sekaligus mewujudkan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma. (*)

LAINNYA