Seminar Parenting Nasional di Tangsel, Pilar Ingatkan Bahaya Kekerasan Seksual pada Anak

waktu baca 2 menit
Rabu, 13 Mei 2026 19:05 27 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengingatkan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual yang kian mengkhawatirkan di era digital.

Pesan itu disampaikan Pilar saat menghadiri Seminar Parenting Nasional yang diselenggarakan Yatim Mandiri di Gedung Blandongan Puspemkot Tangerang Selatan, Rabu (13/05/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri guru, kepala sekolah, dan pegiat pendidikan tersebut, Pilar menilai perkembangan teknologi telah membawa tantangan baru dalam pola pengasuhan anak. Menurutnya, anak-anak saat ini hidup di tengah arus informasi tanpa batas yang dapat memberi dampak positif maupun negatif.

“Anak-anak hari ini hidup di era yang berbeda. Mereka tumbuh di tengah dunia digital yang sangat cepat dan penuh pengaruh. Karena itu, pola pengasuhan tidak bisa lagi memakai cara-cara lama. Orang tua harus hadir dengan komunikasi yang baik, pengawasan, dan kedekatan emosional,” ujar Pilar.

Ia mengatakan, penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat membuka peluang anak terpapar berbagai konten negatif, termasuk kekerasan dan perilaku menyimpang yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang mereka.

Karena itu, Pilar meminta para orang tua dan tenaga pendidik lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak, termasuk membatasi akses terhadap konten yang tidak sesuai usia.

“Kita kadang tidak tahu informasi apa yang diterima anak-anak setiap hari dari gawainya. Jangan sampai mereka terpapar konten yang tidak pantas, karena anak-anak adalah peniru yang sangat cepat,” katanya.

Selain persoalan konten digital, Pilar juga menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama di lingkungan sekolah dan pergaulan anak.

Menurut dia, pendidikan seksual dasar perlu dikenalkan sejak dini agar anak memahami batasan terhadap tubuh mereka dan berani melapor apabila mengalami tindakan yang tidak pantas.

“Pendidikan seksual bukan mengajarkan hal negatif, tetapi mengenalkan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain. Ini penting agar anak bisa melindungi dirinya,” jelasnya.

Pilar menegaskan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman melalui program Sekolah Aman dan Nyaman.

Ia berharap kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan lembaga sosial dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan.

“Parenting bukan hanya soal membesarkan anak, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan dan memastikan mereka tumbuh di lingkungan yang aman,” tuturnya. (*)

LAINNYA