Suasana kegiatan pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta yang digelar Disnaker Kota Tangerang untuk meningkatkan kualitas SDM dan daya saing tenaga kerja lokal, Senin (11/5/2026). (Foto: Ist) KOTA TANGERANG | TD — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan terhadap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelatihan tenaga kerja di Kota Tangerang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Sebanyak 20 LPK swasta mengikuti kegiatan pembinaan yang digelar Disnaker Kota Tangerang, Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan kualitas pelatihan, standardisasi kurikulum, hingga sinkronisasi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, mengatakan LPK memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.
“Kami ingin memastikan LPK di Kota Tangerang tidak hanya menjadi penyedia jasa pelatihan, tetapi benar-benar mampu mencetak SDM yang berkualitas dan sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Ujang.
Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini menuntut tenaga kerja yang adaptif, memiliki keterampilan relevan, dan mampu mengikuti perkembangan industri yang bergerak cepat. Karena itu, Disnaker mendorong setiap LPK untuk terus memperbarui materi pelatihan serta fasilitas pendukung pembelajaran.
Selain itu, Disnaker Kota Tangerang juga menekankan pentingnya standardisasi kurikulum agar sertifikat yang diterbitkan LPK memiliki nilai kompetitif dan diakui dunia usaha maupun industri.
“Jangan sampai ada kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan. Pelatihan harus benar-benar sinkron dengan kondisi riil di lapangan,” tambahnya.
Melalui pembinaan tersebut, Pemkot Tangerang berharap keberadaan LPK swasta dapat menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat daya saing SDM Kota Tangerang di tengah persaingan industri yang semakin ketat. (*)