Gubernur Banten Dorong Replikasi Pesantren Agro-Ekosistem Penghasil Cabai di Lebak

waktu baca 2 minutes
Rabu, 11 Feb 2026 11:29 0 Nazwa

LEBAK | TD – Gubernur Banten Andra Soni mendorong agar model Pondok Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan dapat diterapkan di pesantren lain. Pesantren tersebut dinilai berhasil mengembangkan produksi cabai dengan menggabungkan pembelajaran keagamaan dan praktik pertanian modern.

Saat meninjau langsung lokasi pada Selasa (10/2/2026), Andra Soni didampingi Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya. Keduanya melihat proses budidaya cabai yang dilakukan menggunakan sistem greenhouse.

Andra Soni menilai konsep pesantren agro-ekosistem sebagai inovasi karena mampu menyatukan fungsi pendidikan, pelatihan, dan produksi pertanian dalam satu sistem yang berkelanjutan.

Menurutnya, Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan menjadi contoh nyata integrasi pendidikan agama dengan pengembangan sektor pertanian. Model berbasis pendidikan seperti ini dinilai strategis dan mudah direplikasi di pesantren lain.

Ia juga menyebutkan bahwa pengembangan agro-ekosistem di lingkungan pesantren dapat mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam menjaga ketahanan pangan.

“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sentra pertanian produktif. Ini potensi besar yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pesantren Raudhatul Ihsan menjalin kerja sama dengan PT Laukita Bumbu yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman. Perusahaan tersebut merupakan penyuplai kebutuhan pangan jemaah haji. Melalui kerja sama ini, hasil pertanian pesantren, khususnya cabai, akan diserap sebagai bahan baku bumbu makanan jemaah haji.

Andra Soni menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini perlu diperkuat karena menciptakan ekosistem yang utuh, mulai dari produksi, pendampingan, hingga kepastian pasar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa Pesantren Raudhatul Ihsan merupakan bagian dari program pembinaan agro-ekosistem serta kelompok tani binaan BI.

Ia menyampaikan bahwa pengembangan usaha produktif di pesantren tidak hanya memperkuat ekonomi kelembagaan, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan kewirausahaan di bidang pertanian.

Sejak 2025, BI Banten bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) telah memberikan pelatihan dan pendampingan budidaya cabai melalui program pertanian berbasis teknologi atau infratani. Penggunaan greenhouse dinilai efektif dalam menjaga produktivitas saat curah hujan tinggi serta meningkatkan kualitas hasil panen.

“Pengembangan usaha produktif terintegrasi di pesantren, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan, menunjukkan besarnya potensi pesantren dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Lukman. (*)

LAINNYA