Wabup Tangerang Tekankan Pendidikan Karakter Cegah Radikalisme Pelajar

waktu baca 2 minutes
Selasa, 3 Feb 2026 14:28 0 Nazwa

TANGERANG | TD — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai langkah utama dalam mencegah masuk dan berkembangnya paham radikalisme di kalangan pelajar, khususnya peserta didik SMA/SMK sederajat di Kabupaten Tangerang.

Penegasan tersebut disampaikan Wabup Intan saat membuka secara resmi kegiatan Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini melibatkan guru pendamping serta perwakilan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan bahwa pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan merupakan benteng paling efektif untuk melindungi generasi muda dari pengaruh paham radikal yang kerap masuk secara halus.

“Radikalisme tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan. Ia sering menyusup melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Karena itu, pendidikan karakter harus diperkuat sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan radikalisme tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor, mulai dari dunia pendidikan, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar sebagai kelompok yang rentan.

Selain penguatan karakter, Wabup Intan juga menekankan pentingnya literasi digital dan sikap bijak dalam bermedia sosial. Menurutnya, di era digital saat ini, penyebaran paham radikal, ujaran kebencian, dan konten intoleran banyak beredar melalui platform digital yang akrab dengan kehidupan pelajar.

“Kita tidak bisa membatasi anak-anak mengakses informasi digital. Yang bisa kita lakukan adalah membekali mereka dengan pemahaman agar mampu menyaring informasi, bersikap bijak dalam bermedia sosial, dan tidak mudah terprovokasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh intoleransi dan radikalisme.

“Ketika pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelajar berjalan bersama, maka ruang bagi paham-paham yang merusak persatuan akan semakin sempit,” imbuhnya.

Wabup Intan berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berjenjang sebagai bentuk pencegahan dini. Ia juga mengajak para pelajar untuk menjadi agen perubahan dan teladan di lingkungannya masing-masing.

“Anak-anakku semua adalah estafet kepemimpinan bangsa. Di pundak kalian masa depan daerah dan negara dititipkan. Mari kita jaga bersama Kabupaten Tangerang agar tetap aman, rukun, dan bebas dari paham radikalisme,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh guru pendamping dan perwakilan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang, serta menghadirkan narasumber dari unsur Densus 88, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta lembaga sosial tingkat Provinsi Banten. (*)

LAINNYA