Benyamin Davnie Dorong ASN Tangsel Terapkan Biopori dan Kurangi Plastik Sekali Pakai

waktu baca 2 minutes
Senin, 19 Jan 2026 17:33 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengambil peran sebagai motor penggerak perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berwawasan ekologis, dimulai dari rumah serta lingkungan terdekat masing-masing.

Seruan tersebut disampaikan Benyamin saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional yang digelar di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Senin (19/1/2026).

Ia menuturkan, terwujudnya kota yang teduh dan berkelanjutan membutuhkan contoh nyata dari aparatur pemerintah, terutama dalam pengelolaan sampah dan pembentukan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita sebenarnya sudah memiliki arah dan solusi. Namun kunci utamanya ada pada keberanian kita untuk memulai dan memberi teladan,” katanya.

Sebagai bentuk aksi nyata, Benyamin meminta seluruh ASN di Kota Tangerang Selatan untuk membuat lubang biopori di rumah masing-masing guna mengelola sampah organik sejak dari sumbernya.

Ia menjelaskan, biopori dapat dibuat dengan diameter sekitar 12 hingga 20 sentimeter, disesuaikan dengan luas dan kondisi lahan yang tersedia. Sampah organik rumah tangga diharapkan dapat dikembalikan ke tanah agar terurai secara alami, sehingga tidak menambah beban tempat pembuangan akhir (TPA).

Menurutnya, jumlah biopori yang dibuat tidak harus sama, tetapi disesuaikan dengan kondisi lahan, bisa satu, dua, atau lebih, asalkan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Selain pengelolaan sampah organik, Benyamin juga mengajak ASN untuk membiasakan diri mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Di antaranya dengan tidak lagi menggunakan botol minum plastik, menghindari wadah makanan berbahan plastik, serta beralih ke tas kain atau wadah guna ulang.

“Ini harus menjadi gerakan yang tersistematis untuk membangun perilaku positif, dilakukan dengan kesadaran bersama tanpa harus diawasi atau dilaporkan, sebagai ikhtiar kolektif menjadikan Tangerang Selatan lebih sejuk dan membumi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembentukan budaya bersih idealnya dimulai dari lingkungan pemerintahan sebelum diperluas ke masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai perangkat regulasi.

Ke depan, Pemkot Tangerang Selatan juga akan terus membenahi sistem pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, termasuk pengolahan sampah menjadi energi serta program penghijauan di berbagai wilayah kota.

Benyamin berharap, langkah-langkah sederhana yang dimulai dari rumah, lingkungan, kelurahan hingga kecamatan, dapat menjadi kekuatan besar apabila dilakukan secara bersama-sama.

“Kita ajak seluruh elemen untuk menata lingkungan melalui inisiatif kecil. Jika dilakukan serentak, ini akan menjadi gerakan besar untuk mewujudkan Tangerang Selatan yang hijau, asri, dan nyaman,” pungkasnya. (*)

LAINNYA