Wabup Intan Ajak Komunitas Bersatu Perangi Perdagangan Manusia di Kabupaten Tangerang

waktu baca 2 menit
Selasa, 9 Des 2025 13:45 79 Nazwa

TANGERANG | TD – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengajak berbagai organisasi dan komunitas untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberantas praktik perdagangan manusia serta mewujudkan Kabupaten Tangerang yang aman, ramah, dan manusiawi bagi seluruh warga.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka seminar bertema “Perdagangan Manusia di Sekitar Kita, Sebuah Ancaman Keamanan Manusia” yang digelar Lembaga Ruang Aman dan Lentera Perempuan di GSG Kecamatan Cikupa, Selasa (09/12/25).

“Saya mengapresiasi terselenggaranya forum dialog ini. Mari kita ambil peran, hentikan sikap diam, dan bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang yang aman serta menjunjung nilai kemanusiaan,” ujar Wabup Intan.

Ia menekankan bahwa perdagangan manusia merupakan kejahatan yang merampas kemerdekaan, tubuh, hak, dan masa depan seseorang. Lebih menyedihkan lagi, kejahatan tersebut kerap terjadi di lingkungan terdekat.

“Para korban sering kali bukan orang jauh. Mereka bisa saja anak tetangga, keponakan, anggota keluarga, atau para remaja yang berharap hidup lebih baik namun terjebak dalam eksploitasi,” tuturnya.

Wabup Intan juga menyebut tema seminar kali ini tidak hanya mendorong pemahaman, tetapi juga mengetuk nurani masyarakat agar lebih peka terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang menggerus martabat manusia, terutama perempuan dan anak.

“Terima kasih kepada penyelenggara yang telah menghadirkan forum yang sangat penting ini. Ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran, empati, serta tekad yang lebih kuat. Perubahan besar selalu bermula dari langkah kecil yang dilakukan dengan tulus dan berani,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus meningkatkan layanan perlindungan perempuan dan anak, memperkuat mekanisme pengaduan terpadu, serta memperluas pendampingan bagi korban. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat.

“Peran masyarakat sangat vital. Kita perlu lebih peka melihat tanda-tanda bahaya, mendengar keluhan yang terpendam, dan berani bertindak ketika melihat potensi eksploitasi. Tidak boleh ada satu pun warga yang diperlakukan sebagai komoditas,” tegasnya.

Sementara itu, inisiator Lentera Perempuan, Siska Marini, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang berlangsung sejak 25 November hingga 10 Desember 2025.

“Kegiatan ini lahir dari kegelisahan kami karena kekerasan dapat menimpa siapa saja dan di mana saja. Perdagangan manusia merampas martabat seseorang,” jelasnya.

Ia berharap melalui seminar ini, komitmen pemerintah daerah, tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat semakin kuat dalam mencegah serta menangani kasus perdagangan manusia.

“Ketika martabat manusia dirampas, seluruh pihak harus bergerak. Semoga kegiatan ini memperkuat solidaritas dan bersama-sama kita melawan perdagangan manusia dan segala bentuk kekerasan, terutama terhadap perempuan dan anak,” tutupnya. (*)

LAINNYA