KESEHATAN | TD — Banyak orang berusaha mengurangi konsumsi gula demi menjaga berat badan dan mencegah diabetes. Namun, tahukah Anda bahwa kekurangan gula juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan? Tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi utama untuk menunjang aktivitas harian. Jika kadar gula darah terlalu rendah, berbagai gangguan serius bisa muncul.
Mengapa Tubuh Tetap Membutuhkan Gula
Gula merupakan karbohidrat sederhana yang secara alami terdapat dalam buah-buahan, susu, dan sayuran tertentu. Jenis gula alami ini dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi yang digunakan otak dan otot.
Masalah terjadi ketika seseorang menjalani diet ekstrem tanpa asupan karbohidrat atau gula sama sekali. Tubuh yang kekurangan gula akan kehilangan sumber energi utama, sehingga mengganggu fungsi organ vital dan sistem saraf pusat.
Dampak Kekurangan Gula pada Tubuh
Kondisi kekurangan gula darah dikenal dengan istilah hipoglikemia. Saat kadar gula dalam darah turun di bawah batas normal, tubuh akan menunjukkan berbagai gejala, antara lain:
- Lemas dan mudah lelah
- Pusing dan gemetar
- Sulit konsentrasi
- Mudah marah atau gelisah
- Dalam kasus berat, bisa menyebabkan pingsan atau kejang
Jika dibiarkan, hipoglikemia kronis dapat mengganggu kerja otak dan metabolisme tubuh, bahkan berpotensi memicu kerusakan saraf. Kondisi ini kerap terjadi pada orang yang berpuasa terlalu lama, tidak sarapan, atau berolahraga berat tanpa asupan energi yang cukup.
Keseimbangan Gula Adalah Kunci
Meskipun kekurangan gula berbahaya, bukan berarti Anda boleh mengonsumsi gula berlebihan. Kelebihan gula justru menjadi penyebab utama obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Menurut anjuran Kementerian Kesehatan RI, batas konsumsi gula harian ideal adalah maksimal 4 sendok makan atau 54 gram per hari. Jumlah ini cukup untuk menjaga energi tubuh tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Untuk menjaga keseimbangan, pilihlah sumber manis alami dari buah segar, madu murni, atau susu rendah lemak. Hindari minuman tinggi gula seperti teh manis, boba, atau soda kemasan yang mengandung pemanis tambahan.
Tips Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil
- Jangan lewatkan sarapan. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum, atau buah.
- Konsumsi protein dan serat. Kombinasi ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil lebih lama.
- Batasi minuman manis. Ganti dengan air putih, infused water, atau jus tanpa gula tambahan.
- Cek kadar gula darah secara rutin. Terutama bagi penderita diabetes atau orang dengan riwayat keluarga yang berisiko tinggi.
Kesimpulan
Gula tetap penting bagi tubuh, asalkan dikonsumsi dengan bijak. Kekurangan gula bisa menyebabkan tubuh lemas dan otak sulit bekerja optimal, sedangkan kelebihan gula bisa memicu penyakit kronis.
Jadi, keseimbangan adalah kunci hidup sehat. Kendalikan asupan gula Anda dengan memilih sumber alami dan memperhatikan porsi harian agar tubuh tetap bugar, fokus, dan berenergi.
Penulis: Muhamad Hijar Ardiansah
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (*)