BPOM Tangerang Ingatkan Bahaya Obat Bahan Alam Mengandung BKO

waktu baca 2 minutes
Jumat, 19 Sep 2025 14:58 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tangerang mengingatkan masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih obat bahan alam. Imbauan ini disampaikan setelah hasil pengawasan di lapangan masih ditemukan penjualan produk tanpa izin edar yang mengandung bahan kimia obat (BKO).

Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM Tangerang, M. Sony Mughofir, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Peningkatan Literasi Akan Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Obat Bagi Pelaku Usaha Distribusi Obat Bahan Alam” yang digelar di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Jumat (19/9/2025).

Sony menjelaskan, Bimtek ini digelar sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat sekaligus menjadi strategi dari sisi permintaan, melengkapi penindakan yang selama ini dilakukan pada sisi suplai.

“Pengawasan sudah kami lakukan mulai dari pengungkapan tindak pidana hingga penggerebekan pabrik ilegal. Namun sisi lain yang tidak kalah penting adalah menurunkan permintaan masyarakat agar tidak mencari produk-produk yang jelas berbahaya,” ujar Sony usai kegiatan.

Dalam Bimtek tersebut, BPOM juga menghadirkan narasumber dari GP Jamu, Dinas Kesehatan, serta praktisi kesehatan yang memaparkan bahaya konsumsi BKO. Sony menekankan, dampak negatif bahan kimia obat dalam jamu sering kali tidak langsung dirasakan, melainkan bersifat kumulatif.

“Banyak masyarakat mengira tidak masalah minum jamu. Padahal kalau dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang, bisa menimbulkan masalah serius, misalnya sakit ginjal hingga berujung cuci darah,” jelasnya.

Sony menambahkan, hingga kini BPOM masih menemukan produk mengandung BKO yang beredar di depot jamu maupun apotek. Karena itu, pelaku usaha turut dilibatkan dalam Bimtek agar ikut bertanggung jawab menjaga keamanan produk yang mereka jual.

“Pengawasan obat dan makanan bukan hanya tanggung jawab BPOM, tapi juga produsen, pelaku usaha, dan masyarakat. Minimal, masyarakat bisa melindungi diri sendiri dan keluarganya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sony mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk obat maupun makanan. Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile untuk mendapatkan informasi akurat terkait keamanan produk.

“Harapan kami, dengan edukasi ini permintaan terhadap produk yang mengandung BKO bisa menurun, sehingga rantai peredaran obat ilegal dapat kita putus bersama-sama,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA