Pertumbuhan 30% Produksi Emas, Potensi Tambang Baru Sulawesi Utara

waktu baca 2 minutes
Rabu, 21 Jun 2023 13:13 0 Patricia Pawestri

SULAWESI | TD – Sulawesi Utara akan segera membuka tambang emas yang cukup besar di bawah pengelolaan PT Archi Indonesia Tbk. Rencananya pertambangan akan dilakukan secara terbuka (open pit) sekaligus bawah tanah (underground) pada lahan seluas 39.817 hektar.

“Proses saat ini kami sudah hiring underground project, sudah berbicara dengan perusahaan kontraktor ternama untuk penambangan bawah tanah agar bisa memulai proyek ini di akhir tahun,” ungkap Rudy Suhendra dalam laporan tertulis pada 19 Juni 2023.

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) merupakan produsen emas terbesar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara, dan berbasis di Jakarta. Tidak hanya emas, ARCI juga mempunyai pengeboran panas bumi (geothermal) di Toka Tidung yang disebut akan mendukung usaha pemerintah untuk meningkatkan potensi energi baru terbarukan (EBT).

Rudy Suhendra mengatakan penambangan underground emas di Sulawesi Utara yang baru tersebut akan dimulai pada 2024. Ia berharap, melalui penambangan baru ini, dapat menambah pasokan emas yang cukup besar, yakni sebesar 30% dari produksi emas pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, ARCI melakukan eksplorasi terhadap wilayah Toka Tindung, dan menemukan urat emas di bagian (koridor) timur wilayah tersebut yang memiliki karakteristik sama dengan bagian tengah dan (koridor) barat. Dalam Annual Report 2022, manajemen ARCI memutuskan untuk melakukan penambangan bawah tanah di bagian Koridor Barat dan Koridor Timur.

Untuk mendukung program penambangan tersebut, ARCI bahkan menganggarkan Rp1,09 triliun untuk belanja modal selama 3 tahun ke depan. Anggaran ini digunakan untuk membangun infrastruktur pertambangan, infrastruktur fasilitas tailing storage, eksplorasi, dan lainnya.

Sebelumnya, pada tahun 2022 ARCI mengalami kerugian akibat menurunnya produksi tambang Pit Araren karena rusak akibat guyuran hujan yang cukup sering pada awal tahun. Tetapi, pada tahun ini, ARCI berharap tahun ini pendapatan perusahaan akan berjalan sesuai rencana.

“Kalau setahun rata-rata sudah naik US$100 dari US$1.800-an menjadi US$1.900-an, belum lagi ada peningkatan produksi. Harapan kami pendapatan dan labanya bertumbuh sejalan dengan itu,” ungkap Hidayat Dwiputro Sulaksono, Chief Financial Officer (CFO) ARCI.

LAINNYA