Aneka sayuran segar seperti wortel, jagung, dan tomat yang semakin kaya akan manfaat setelah dimasak. (Foto: Freepik @jcomp)KESEHATAN | TD – Banyak orang menganggap sayuran mentah sebagai pilihan paling bergizi. Namun, hal itu tidak selalu benar. Beberapa jenis sayuran justru menawarkan manfaat nutrisi yang lebih tinggi setelah melalui proses pemasakan. Pemanasan pada proses memasak dapat memecah dinding sel untuk melepaskan zat gizi, mengurangi senyawa yang menghalangi penyerapan, serta memperkuat efek antioksidan. Berikut adalah lima sayuran yang terbukti lebih bermanfaat secara gizi ketika dimasak, disertai saran pengolahan optimal.
1. Bayam
Bayam sering diakui sebagai sumber zat besi dan kalsium, tapi ia juga mengandung asam oksalat yang dapat menghalangi penyerapan mineral-mineral tersebut. Saat dimasak, kadar asam oksalat menurun, sehingga tubuh lebih mudah menyerap nutrisi esensial. Selain itu, dengan memasak dapat melunakkan seratnya, membuat bayam lebih mudah untuk dicerna. Meski demikian, bayam mengandung vitamin C yang rentan rusak oleh suhu panas, jadi hindari proses memasak yang berlebihan.
Tips memasak: Rebus singkat atau tumis sebentar untuk mempertahankan vitamin, kemudian sajikan segera setelah matang.
2. Labu
Labu, khususnya varietas kuning memiliki banyak kandungan beta-karoten yang dapat dikonversi menjadi vitamin A oleh tubuh. Zat ini akan menjadi lebih bermanfaat setelah labu dipanaskan. Proses memasak juga membantu labu menonjolkan rasa manis alaminya, sehingga bisa dinikmati tanpa gula tambahan yang berlebih.
Tips memasak: Panggang labu dengan sedikit minyak zaitun untuk meningkatkan penyerapan beta-karoten. Jangan merebus terlalu lama agar vitamin yang dapat larut oleh air tidak hilang saat pemasakan.
3. Tomat
Tomat adalah salah satu sayuran (atau buah) yang paling banyak diteliti terkait nutrisinya. Kandungan antioksidan dan likopen pada tomat terbukti efektif menurunkan risiko kanker dan masalah jantung. Menariknya, kadar likopen justru naik saat tomat dimasak, karena suhu panas saat memasak dapat memecah dinding sel dan memudahkan pelepasan kandungan likopen tersebut.
Tips memasak: Tumis tomat dengan minyak sehat, atau olah menjadi saus pasta buatan sendiri. Minyak membantu penyerapan likopen karena sifatnya yang larut dalam lemak.
4. Wortel
Selain labu, wortel juga dikenal akan kandungan beta-karoten. Pemanasan membuat beta-karoten lebih mudah didapatkan, sehingga konversi menjadi vitamin A lebih efisien. Namun, wortel juga mengandung vitamin C yang sensitif terhadap panas berlebih, jadi hindari memasak wortel dengan waktu yang terlalu lama.
Tips memasak: Kukus atau panggang wortel utuh dengan kulitnya untuk meminimalkan kehilangan nutrisi. Hindari merebus terlalu lama karena vitamin bisa larut ke dalam air rebusan.
5. Jamur
Jamur menawarkan berbagai manfaat, seperti antioksidan, vitamin D, dan serat beta-glukan yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Setelah dimasak, kadar antioksidannya meningkat, dan beta-glukan lebih mudah diserap. Selain itu, memasak juga dapat menghilangkan potensi mikroba berbahaya yang ada pada jamur mentah.
Tips memasak: Panggang atau panaskan dengan microwave untuk menjaga nutrisi. Hindari menggoreng dengan minyak berlebih karena bisa menurunkan kualitas gizi.
Mengapa Nutrisi Bisa Lebih Baik Saat Dimasak?
Tidak semua zat gizi hancur karena panas. Pada beberapa sayuran, proses memasak justru memberikan dampak positif. Suhu panas melunakkan dinding sel, membebaskan nutrisi yang sebelumnya sulit diakses. Ia juga bisa menurunkan senyawa penghambat seperti asam oksalat yang mengikat mineral. Bagi nutrisi larut lemak seperti beta-karoten dan likopen, penambahan minyak saat memasak dapat meningkatkan penyerapannya. Oleh sebab itu, memilih cara memasak yang tepat sangat krusial untuk memaksimalkan nilai gizi.
Sebagai kesimpulan, memasak sayuran tidak selalu berarti kehilangan nutrisi, malah bisa meningkatkan manfaat kesehatannya jika dilakukan dengan benar. Cobalah menggabungkan sayuran mentah dan matang dalam pola makan harian untuk mendapatkan spektrum gizi yang lebih lengkap bagi tubuh. (*)