Wakil Wali Kota Tangsel Tinjau Langsung Kasus Pelecehan Seksual di SD Rawabuntu, Korban Dapat Pendampingan Psikologis

waktu baca 3 minutes
Rabu, 21 Jan 2026 18:10 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mendatangi langsung SD Negeri Rawabuntu 01 di Kecamatan Serpong guna memastikan penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang tenaga pendidik berjalan secara serius, komprehensif, dan mengutamakan kepentingan korban.

Dalam kunjungan tersebut, Pilar didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

Pilar menjelaskan, kehadiran pemerintah di sekolah bertujuan untuk menggali informasi secara menyeluruh sekaligus memastikan kondisi para siswa yang terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan maksimal.

“Hari ini saya turun langsung ke sekolah untuk berdiskusi dengan kepala sekolah dan memperoleh gambaran utuh terkait peristiwa yang terjadi. Proses hukum sudah berjalan, dan terduga pelaku saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian,” ujar Pilar, Rabu (21/1/2026).

Ia menyampaikan, sejauh ini terdapat 25 siswa yang telah melapor dan tengah menjalani proses pendalaman oleh aparat berwenang.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, lanjut Pilar, terus memberikan pendampingan berupa layanan psikologis, konseling, serta dukungan mental kepada para korban dengan melibatkan peran aktif orang tua.

“Saat ini anak-anak sementara diistirahatkan dari kegiatan belajar untuk menjalani proses pemulihan bersama keluarga masing-masing,” katanya.

Terkait status tenaga pendidik yang diduga terlibat, Pilar menegaskan Pemkot Tangsel akan bertindak tegas. Apabila yang bersangkutan resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian, maka sanksi pemecatan akan diberlakukan.

Ia juga mengungkapkan, dari hasil penelusuran awal, terduga pelaku diduga pernah tersangkut kasus serupa pada tahun 2011. Atas dasar itu, Pemkot Tangsel kini melakukan screening dan asesmen menyeluruh terhadap latar belakang seluruh tenaga pendidik di bawah naungan Dinas Pendidikan.

“Pelecehan seksual adalah kejahatan serius. Dampaknya tidak hanya menimbulkan trauma, tetapi juga berpotensi merusak perkembangan mental dan moral anak-anak di masa depan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual,” tegas Pilar.

Ia menambahkan, seluruh proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Menurutnya, kasus ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur sipil negara, khususnya tenaga pendidik.

Sebagai langkah pencegahan, Pilar menekankan pentingnya pengawasan ketat di lingkungan sekolah, termasuk pada kegiatan ekstrakurikuler. Ia meminta agar seluruh aktivitas tambahan dilakukan di ruang terbuka dan berada dalam pengawasan yang jelas.

Selain itu, Pemkot Tangsel menargetkan pemasangan dan pengaktifan CCTV secara menyeluruh di seluruh ruang kelas, lorong, dan ruang guru pada tahun ini. Pilar menegaskan, kepala sekolah bertanggung jawab memastikan seluruh perangkat CCTV berfungsi dengan baik.

“Saya minta semua CCTV harus aktif, tidak boleh ada yang mati. Dengan pengawasan maksimal, kita bisa mencegah terjadinya tindakan serupa,” ujarnya.

Pilar berharap peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk memperkuat sistem pengawasan serta membangun perlindungan anak yang lebih kuat dan berkelanjutan. (*)

LAINNYA