Urgensi dan Peran Evaluasi Nilai Gizi Vitamin C

waktu baca 3 minutes
Kamis, 16 Okt 2025 18:26 0 Nazwa

KESEHATAN | TD — Vitamin C bukan hanya sekadar vitamin biasa. Nutrisi ini memegang peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh, membantu metabolisme, hingga melindungi sel dari kerusakan. Meski mudah ditemukan di sayur dan buah, tahukah kamu bahwa kandungan vitamin C dalam makanan bisa berkurang drastis jika salah diolah? Oleh karena itu, evaluasi nilai gizi vitamin C menjadi langkah penting untuk memastikan tubuh mendapat manfaat maksimal dari nutrisi ini.

Vitamin C: Nutrisi Esensial untuk Tubuh

Vitamin C, atau asam askorbat, adalah senyawa yang larut dalam air dan bersifat asam. Tubuh manusia membutuhkannya setiap hari, tapi kebutuhan tiap individu berbeda tergantung usia dan kondisi tubuh. Anak-anak membutuhkan sekitar 35 mg/hari, dewasa 75–90 mg/hari, ibu hamil 70 mg/hari, dan ibu menyusui 95 mg/hari.

Vitamin ini berperan sebagai koenzim yang membantu enzim mempercepat reaksi biokimia. Fungsi utamanya termasuk:

  • Sintesis kolagen untuk kesehatan kulit dan jaringan ikat
  • Sintesis karnitin dan neurotransmitter
  • Metabolisme dan katabolisme tirosin
  • Perlindungan sel sebagai antioksidan

Sumber Vitamin C

Vitamin C banyak ditemukan pada sayuran dan buah, seperti:

  • Jeruk, stroberi, dan melon
  • Tomat, brokoli, asparagus, dan kembang kol

Sementara itu, makanan hewani seperti susu dan daging hanya mengandung vitamin C dalam jumlah kecil.

Mengapa Evaluasi Nilai Gizi Penting?

Vitamin C sangat sensitif terhadap suhu tinggi, cahaya, udara, dan pH. Proses perebusan, pemasakan, atau fermentasi dapat menurunkan kadar vitamin C dalam makanan. Evaluasi nilai gizi vitamin C membantu:

  1. Mengetahui kandungan vitamin C dalam bahan pangan
  2. Menentukan metode pengolahan makanan yang tepat
  3. Memastikan kecukupan asupan vitamin C bagi tubuh

Metode Evaluasi Kandungan Vitamin C

Beberapa metode yang umum digunakan untuk mengevaluasi vitamin C dalam makanan:

  • Spektrofotometri UV-Visible
    Mengukur penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu untuk menghitung konsentrasi vitamin C secara akurat.
  • High Performance Liquid Chromatography (HPLC)
    Teknik pemisahan modern dengan akurasi tinggi, waktu analisis cepat, dan sampel yang minimal.
  • Titrasi Iodometri
    Metode sederhana dengan mereaksikan vitamin C menggunakan iodium untuk mengetahui kadar nutrisi ini.

Kesimpulan

Vitamin C adalah nutrisi penting yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun, untuk memaksimalkan manfaatnya, perlu dilakukan evaluasi nilai gizi vitamin C pada bahan pangan dan produk makanan. Dengan pemahaman ini, setiap orang bisa lebih bijak dalam memilih makanan dan menjaga asupan vitamin C agar tetap optimal.

Referensi:

  • Astawan, M., & Muchtadi, D. (2021). Evaluasi Nilai Gizi Pangan. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
  • Hutapea, T. (2017). Analisis Kandungan Vitamin C Pada Buah Jambu Biji (Psidium guajava L) Secara Spektrofotometri Ultraviolet. (Disertasi, Universitas Sari Mutiara-Indonesia).
  • Lega, D. A. S., & Ningrum, R. S. (2021). Kadar Vitamin C Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Tiap Fase Kematangan Berdasar Hari Setelah. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 8(1), 74-82.
  • Leo, R., & Daulay, A. S. (2022). Penentuan Kadar Vitamin C Pada Minuman Bervitamin Yang Disimpan Pada Berbagai Waktu Dengan Metode Spektrofotometri UV. Journal of Health and Medical Science, 1(2), 105-115.
  • Yuda, P. E. S. K., & Suena, N. M. D. S. (2016). Pengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Kadar Tablet Vitamin C Yang Diukur Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Ilmiah Medicamento, 2(1), 23-27.

Penulis : Adelia Silviana
Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (*)

LAINNYA