Tinjau TPS3R Bakti Jaya, Pilar Saga Dorong Program Satu RW Satu Bank Sampah

waktu baca 3 minutes
Minggu, 11 Jan 2026 22:42 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sekaligus Bank Sampah Gas Berlin yang berlokasi di RW 09, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Jumat (9/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Pilar memberikan apresiasi tinggi terhadap Bank Sampah Gas Berlin yang dinilainya berhasil menjadi bank sampah percontohan. Tak hanya unggul dalam pengelolaan sampah, fasilitas ini juga berkembang sebagai pusat kegiatan pertanian terpadu berbasis masyarakat dan telah meraih berbagai penghargaan.

Menurut Pilar, keberhasilan Bank Sampah Gas Berlin patut dijadikan model sekaligus standar pengembangan bank sampah di wilayah Kota Tangerang Selatan.

“Ini salah satu bank sampah yang dinilai berhasil oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Prestasinya sudah diakui melalui berbagai penghargaan, dan keberadaannya sebagai kelompok pertanian terpadu menjadikannya layak menjadi contoh serta tolok ukur bagi bank sampah lain yang akan dikembangkan di Tangsel,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di Bank Sampah Gas Berlin sudah dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga warga, dengan pemilahan sampah organik dan anorganik secara konsisten.

Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus, minyak jelantah, hingga botol kaca dikelola secara maksimal. Adapun sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan baru dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Pilar juga menyampaikan bahwa Kelurahan Bakti Jaya memiliki 10 RW, dan saat ini tujuh RW di antaranya telah memiliki bank sampah. Bahkan, terdapat satu RW yang mengelola dua bank sampah sekaligus.

“Ini berarti tinggal tiga RW lagi yang perlu didorong. Bahkan ada RW yang punya dua bank sampah, itu justru sangat baik. Siapa pun yang ingin terlibat, ayo kita dorong bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pilar menegaskan bahwa Pemkot Tangsel menargetkan program minimal satu RW memiliki satu bank sampah sebagai indikator keberhasilan kinerja kecamatan dan kelurahan.

Program tersebut akan terus diperkuat melalui berbagai skema pembiayaan, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), swadaya masyarakat, donasi, hingga kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Kita manfaatkan seluruh instrumen yang ada agar TPS3R dan bank sampah di setiap wilayah Tangerang Selatan benar-benar berjalan. Target minimalnya jelas, satu RW satu bank sampah,” ujarnya.

Menariknya, Bank Sampah Gas Berlin juga telah menerapkan sistem digital dalam pendataan pengelolaan sampah. Seluruh aktivitas tercatat dalam aplikasi yang dapat diakses langsung oleh warga, sehingga mereka dapat memantau saldo tabungan sampah secara transparan.

“Hal ini membuat warga semakin termotivasi karena mereka tahu membuang sampah dengan benar itu ada manfaatnya. Ke depan, sistem digital seperti ini perlu diperluas agar bisa diterapkan di bank sampah lainnya,” kata Pilar.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, bank sampah ini juga terintegrasi dengan kelompok pertanian terpadu. Kompos hasil pengolahan dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan seperti sayuran yang kemudian dijual dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan warga. Bahkan, kelompok tersebut baru saja berhasil memanen 10 kilogram kangkung.

“Manfaatnya sangat luas. Bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah, tapi juga meningkatkan ekonomi warga dan memperkuat ketahanan pangan. Ini contoh nyata yang harus direplikasi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Pilar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Ia menegaskan bahwa pelanggaran dalam pengelolaan sampah dapat dikenai sanksi tegas, mulai dari denda hingga pidana.

“Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi yang tidak terkelola. Ini bukan semata soal retribusi, tapi tentang menjaga lingkungan tempat kita tinggal,” tegasnya.

Pilar berharap, melalui partisipasi aktif masyarakat dan dukungan penuh dari Pemkot Tangsel, keberadaan bank sampah mampu menekan volume sampah hingga 30 persen di tingkat RW, bahkan lebih.

“Jika persoalan sampah bisa diselesaikan dari hulu, beban TPA akan jauh berkurang. Inilah kunci pengelolaan sampah yang cerdas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

LAINNYA