Tinjau Langsung, Bupati Tangerang Tegaskan Tak Ada Pelarangan Ibadah di Teluknaga

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Apr 2026 15:44 58 Redaksi

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan tidak ada pelarangan ibadah di wilayah Teluknaga usai meninjau langsung pelaksanaan ibadah Paskah jemaat POUK Tesalonika di Aula Eks Kantor Kecamatan Teluknaga, Minggu (5/4/2026).

Peninjauan dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk unsur TNI-Polri dan perangkat daerah, guna memastikan kegiatan ibadah berlangsung aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pemerintah daerah hadir untuk menjamin kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah tanpa diskriminasi.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Tidak ada niatan untuk melarang atau membatasi, justru kami memfasilitasi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Kabupaten Tangerang merupakan kekuatan yang harus dijaga melalui semangat toleransi dan saling menghormati.

“Siapa pun yang berada di Kabupaten Tangerang akan kami lindungi tanpa membedakan latar belakang. Ini komitmen kami dalam menjaga kondusivitas wilayah,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama TNI-Polri merupakan bentuk nyata jaminan keamanan bagi masyarakat, termasuk dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Bupati juga mempersilakan jemaat memanfaatkan Aula Eks Kantor Kecamatan Teluknaga sebagai tempat ibadah sementara, dengan tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait.

“Silakan digunakan untuk ibadah rutin maupun perayaan hari besar selama tidak ada kegiatan lain, dengan tetap berkoordinasi,” katanya.

Selain itu, Pemkab Tangerang tengah mengkaji solusi jangka panjang berupa penyediaan tempat ibadah yang lebih permanen dan representatif.

“Kami akan merumuskan solusi komprehensif agar ke depan jemaat dapat beribadah dengan lebih nyaman, tanpa mengganggu kondusivitas wilayah,” jelasnya.

Bupati turut mengajak masyarakat menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah.

“Jika ada persoalan, mari dibicarakan bersama. Kami terbuka untuk mencari solusi terbaik,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Tanfidziah PCNU Kabupaten Tangerang KH M. Qustulani menegaskan dinamika yang terjadi sebelumnya hanya kesalahpahaman.

“Tidak ada pelarangan. Ini hanya miskomunikasi yang sudah diselesaikan dengan baik oleh pimpinan daerah,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi yang telah terbangun.

“Teluknaga dikenal sebagai wilayah yang toleran, dan itu harus kita jaga bersama,” katanya.

Di sisi lain, Gembala Jemaat POUK Tesalonika, Pendeta Michael Siahaan, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah.

“Kami bersyukur atas kehadiran pemerintah dan aparat. Ini menjadi jawaban atas harapan kami untuk dapat beribadah dengan tenang,” ungkapnya. (*)

LAINNYA