Tinjau Banjir di Taman Cikande, Bupati Tangerang Turun Langsung Masak dan Makan Bersama Warga

waktu baca 3 minutes
Jumat, 16 Jan 2026 18:58 0 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau secara langsung lokasi terdampak banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat (16/1/2026). Pada kesempatan tersebut, ia tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga ikut terlibat dalam aktivitas dapur umum bersama para ibu serta menyantap makanan bersama warga yang terdampak.

Dalam kunjungan itu, Bupati Tangerang didampingi Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran rombongan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi banjir sekaligus mendengar aspirasi warga. Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Kepala BPBD, Kepala Dinas Bina Marga, dan Camat Jayanti bisa turun langsung ke Perumahan Taman Cikande untuk melihat kondisi banjir sekaligus berdialog dengan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam pertemuan dengan warga, sejumlah usulan penanganan banjir disampaikan, di antaranya pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Cidurian serta pembuatan pintu air yang menghubungkan Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri.

“Tadi masyarakat menyampaikan beberapa usulan, termasuk pembangunan tanggul dan pintu air. Semua masukan tersebut akan kami kaji dan tindak lanjuti agar penanganannya benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan tersebut memerlukan perizinan serta koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena pengelolaan sungai besar menjadi kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, Pemkab Tangerang akan terus mendorong percepatan realisasi pembangunan pintu air.

“Kami berharap pembangunan ini bisa dilaksanakan pada 2026, atau paling lambat 2027. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar prosesnya berjalan lancar sesuai ketentuan,” tambahnya.

Bupati Maesyal Rasyid juga menuturkan bahwa selama beberapa hari terakhir, pihaknya secara intensif memantau dan turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.

“Sudah lima hari kami turun ke lapangan, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, hingga hari ini di Jayanti. Kami datang bukan sekadar melihat, tetapi mendengarkan aspirasi dan menindaklanjutinya,” katanya.

Ia menyebutkan, banjir saat ini melanda 24 kecamatan yang mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah warga terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau kurang lebih 62 ribu jiwa.

“Penanganan banjir ini merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah daerah, camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya mengapresiasi kerja keras dan sinergi seluruh pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa upaya penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas sektor sesuai kewenangan masing-masing.

“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai besar dan anak sungainya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Untuk drainase lingkungan perumahan dan sungai kecil, itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan terus kami tangani,” jelasnya.

Menurutnya, banjir tidak hanya disebabkan oleh sistem drainase, tetapi juga alih fungsi lahan, berkurangnya daerah resapan air di wilayah hulu, serta perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan.

“Ke depan, solusi yang dibutuhkan tidak hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Semua ini akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Di sisi lain, masyarakat juga perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya. (*)

LAINNYA