Tingkatkan Kinerja Pelayanan Warga, Lurah Ciputat Fokuskan Pembinaan RT-RW

waktu baca 2 minutes
Rabu, 2 Jul 2025 15:13 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kelurahan Ciputat menggelar pembinaan kepada puluhan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), pada Rabu, 2 Juni 2025.

Kegiatan ini digelar selama tiga hari secara bertahap, mulai dari 2 sampai 4 Juni 2025,  di aula kelurahan Ciputat. Dari total 55 RT dan 15 RW. Masing-masing mencakup kelompok RW 1-5, 6-10, dan 11-15.

Lurah Ciputat, Iwan Pristiyasa menggelar pembinaan bagi para pengurus RT dan RW pasca pemilihan serentak yang telah dilaksanakan belum lama ini.

Menurutnya, langkah ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelayanan masyarakat di tingkat paling bawah, seiring diterapkannya aturan baru dalam tata kelola RT-RW.

“Banyak pengurus baru RT-RW belum memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka secara utuh, terutama setelah berlakunya Peraturan Wali Kota (Perwal) terbaru tentang kelembagaan RT-RW,” ucap Iwan.

Selain tupoksi dasar, kata Iwan, pembinaan juga mencakup sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2025 tentang Ketertiban Umum (Tibum). Dalam sesi pembinaan, pengurus RT-RW juga dibekali pemahaman baru tentang sistem pelayanan administrasi kelurahan, termasuk standar operasional prosedur (SOP) dan digitalisasi tanda tangan.

“Banyak yang masih terbawa pola pikir lama seperti zaman desa. Padahal sekarang, tandatangan sudah elektronik. Kalau berkas lengkap, pelayanan bisa selesai dalam sehari,” terang Iwan.

Menurut Iwan, sering kali keterlambatan pelayanan disebabkan karena ketidaklengkapan data yang seharusnya sudah dipenuhi sejak di tingkat RT-RW. Hal ini sering menimbulkan persepsi bahwa pelayanan kelurahan lambat, padahal masalah ada pada dokumen pengantar dari awal.

“Misalnya surat waris, RT-RW sudah tanda tangan, tapi ternyata ahli warisnya belum lengkap. Otomatis prosesnya dikembalikan,” jelasnya.

Kendati demikian, Iwan menambahkan, pihak kelurahan juga merancang program lanjutan berupa edukasi dan pelatihan kepada RT-RW, agar mereka bisa mensosialisasikan kembali ke warga.

“Setelah pembinaan, kita kasih pemberdayaan dan pelatihan. Nantinya, RT-RW yang menyampaikan ke masyarakat,” pungkas Iwan. (Idris Ibrahim)

LAINNYA