OPINI | TD — Teknologi kini berada di tangan kita, menjadi alat utama yang membentuk cara kita berkomunikasi, bekerja, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Di era digital yang serba cepat ini, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga dapat mengoptimalkan berbagai manfaatnya sambil mengurangi risiko yang mungkin muncul. Bagaimana kita dapat menggunakan teknologi dengan cara yang cerdas dan bertanggung jawab di zaman global ini?
Globalisasi adalah proses yang menghubungkan negara-negara di seluruh dunia dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial. Proses ini mempercepat aliran modal, informasi, dan budaya melintasi batas-batas negara. Digitalisasi, sebagai hasil dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, memperkuat globalisasi dengan memberikan akses yang lebih cepat dan mudah terhadap informasi dan layanan. Dalam konteks ini, partisipasi masyarakat menjadi sangat penting, terutama dalam demokrasi kontemporer di mana suara warga negara sangat berpengaruh.
Namun, kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif. Kita sering kali mendengar tentang perilaku anti-sosial, penyebaran berita palsu (hoax), pornografi, ujaran kebencian (hate speech), dan kejahatan dunia maya (cybercrime) seperti hacking, carding, dan cracking. Fenomena-fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi memberikan banyak manfaat, kita juga harus waspada terhadap risiko yang ditimbulkannya.
Salah satu langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah ini adalah dengan meningkatkan literasi digital masyarakat. Masyarakat perlu dilatih untuk menjadi lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pendidikan formal di institusi pendidikan dan kampanye sosial informal dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak. Dengan cara ini, kita dapat mendorong masyarakat untuk memverifikasi informasi melalui sumber-sumber resmi sebelum membagikannya.
Selain itu, untuk mencegah penyebaran hoax dan ujaran kebencian, perlu ada peraturan yang kuat dan penegakan hukum yang tegas terhadap mereka yang menyebarkan konten negatif. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga penyedia platform digital dan masyarakat itu sendiri. Kerja sama antara semua pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman.
Dalam hal keamanan digital, peningkatan sistem keamanan menjadi sangat krusial. Penggunaan firewall, autentikasi dua langkah, dan perlindungan data pribadi harus diterapkan secara konsisten. Pendidikan tentang bahaya mengunjungi situs web yang melanggar hukum juga perlu dilakukan, terutama di lingkungan pendidikan dan rumah tangga. Software pengamanan dan teknologi penyaringan harus diterapkan untuk melindungi pengguna dari konten yang merugikan.
Dengan langkah-langkah tersebut, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang positif dan produktif. Harapannya, masyarakat akan berkolaborasi untuk mewujudkan ruang digital yang mendorong kemajuan sosial, ekonomi, dan demokrasi. Dengan demikian, kita dapat mengurangi dampak negatif yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Akhirnya, teknologi seharusnya menjadi alat yang memberdayakan kita, bukan yang membelenggu. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik, di mana teknologi berfungsi sebagai jembatan untuk kemajuan, bukan sebagai penghalang. Mari kita bersama-sama membangun dunia digital yang aman, sehat, dan produktif untuk generasi mendatang.
Sabilla Musakina dan Tri Farhatul Jannah (Foto: Dok. Pribadi)
Penulis: Sabilla Musakina dan Tri Farhatul Jannah. Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati, Cirebon. (*)