TASIKMALAYA | TD — Grup nasyid legendaris asal Jakarta, SNADA, berhasil menghadirkan suasana penuh semangat dan kehangatan dalam penampilan spektakuler mereka di panggung Pameran Kesuryalayan dan Ilmiah (PEKA) pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Acara yang digelar di kompleks MTs/MA Serba Bakti Suryalaya ini merupakan bagian dari perayaan tasyakur Milad ke-120 Pondok Pesantren Suryalaya, yang telah menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah sejak sore hari.
Sejak awal, arena PEKA dipenuhi oleh antusiasme pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai pameran dan rangkaian kegiatan ilmiah yang diselenggarakan sebelum malam puncak. Namun, puncak kegembiraan tentu saja terjadi saat SNADA naik ke atas panggung. Dipandu oleh host yang energik, Aa Nuryanto, penampilan grup nasyid yang telah dikenal luas ini menjadi momen yang paling dinanti oleh para hadirin.
Meskipun hujan deras turun sepanjang malam, semangat para penonton tidak surut sedikit pun. Mereka tetap bertahan di tempat dengan menggunakan payung dan jas hujan, menunjukkan betapa besar kecintaan mereka terhadap SNADA dan musik nasyid yang dibawakan. Ketika intro lagu pertama mulai mengalun, sorak sorai dan tepuk tangan meriah langsung menggema, menandai dimulainya konser yang sarat dengan nuansa spiritual dan kenangan indah.
SNADA membawakan sejumlah lagu hits mereka yang sudah sangat dikenal, seperti “Maulana,” “Jagalah Hati,” dan “Shalawat Badar.” Lagu-lagu tersebut berhasil membawa penonton hanyut dalam suasana penuh khidmat dan kegembiraan. Banyak dari mereka yang ikut bernyanyi bersama, sementara yang lain mengangkat tangan sambil melantunkan shalawat dengan penuh penghayatan. Harmoni vokal khas SNADA yang lembut namun kuat membuat malam itu terasa begitu syahdu sekaligus meriah, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.
Dua penonton yang hadir, Ferdi dan Yayu, mengungkapkan kesan mendalam mereka terhadap penampilan SNADA. Ferdi mengatakan, “Penampilan SNADA malam ini benar-benar luar biasa. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menyentuh hati. Lagu-lagu seperti ‘Maulana’ dan ‘Shalawat Badar’ membawa suasana yang sangat religius dan damai.”
Sementara itu, Yayu menambahkan, “Walaupun hujan deras mengguyur, semangat kami sebagai penonton tidak pernah pudar. Pesona SNADA sangat kuat dan mampu menghidupkan suasana. Menyaksikan mereka secara langsung adalah pengalaman yang sangat berharga. Lagu-lagu mereka membawa nostalgia sekaligus energi positif, seolah kami mendapatkan hiburan sekaligus dakwah dalam satu waktu.”
Kehadiran SNADA dengan lima personelnya yang penuh talenta semakin menambah kemeriahan perayaan Milad ke-120 Pondok Pesantren Suryalaya. Rangkaian acara PEKA yang awalnya berfokus pada aspek ilmiah dan pameran kini menjadi lebih lengkap dengan sentuhan hiburan islami yang mampu menyatukan para penonton dalam semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap shalawat. Malam itu menjadi bukti nyata bagaimana seni dan spiritualitas dapat berpadu harmonis, memberikan pengalaman yang mendalam dan menginspirasi bagi seluruh hadirin. (*)