Seorang siswa SMK Citra Nusantara sedang memamerkan hasil sablon digital (DTF) kepada Kepala Seksi SMK dan SKh Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, Maksis Sakhabi pada acara Gelar Karya Kewirausahaan, Kamis, 9 April 2026. (Foto: Romli/TangerangDaily) TANGERANG | TD — SMK Citra Nusantara Panongan menggelar Gelar Karya Kewirausahaan sebagai wadah unjuk kreativitas dan inovasi siswa, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif serta siap bersaing di dunia kerja dan berwirausaha.
Berdiri sejak 2015 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Gema Nusantara, SMK Citra Nusantara Panongan terus berkembang sebagai institusi pendidikan vokasi yang progresif di Kabupaten Tangerang. Dengan akreditasi B dari BAN-S/M, sekolah ini mengimplementasikan kurikulum berbasis industri yang didukung fasilitas memadai dan tenaga pendidik profesional.
Kepala SMK Citra Nusantara Panongan, Wati Rahmawati, menegaskan bahwa gelar karya ini menjadi bagian strategis dalam membangun karakter dan jiwa kewirausahaan siswa.
“Ilmu yang diperoleh siswa tidak berhenti pada teori, tetapi harus dapat diimplementasikan. Ini juga bentuk apresiasi atas karya dan inovasi mereka yang layak untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Sebanyak sembilan program keahlian turut ambil bagian, di antaranya Teknik Komputer dan Jaringan, Usaha Layanan Wisata dan Perhotelan, Akuntansi Keuangan Lembaga, Manajemen Perkantoran, Produksi Film, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Bisnis Sepeda Motor, hingga Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.
Ketua Yayasan Pendidikan Gema Nusantara, Susilo Hartono, menyebut kegiatan ini sebagai sarana memperlihatkan capaian pembelajaran siswa kepada masyarakat.
“Kreativitas dan inovasi dari setiap jurusan dapat terlihat. Kami ingin menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada keterampilan dan pembentukan karakter,” katanya.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Dinas Koperasi, pelaku UMKM, mitra industri, hingga sektor perhotelan. Kolaborasi tersebut memperkuat implementasi strategi link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Perwakilan industri dari Daya Motor Cikupa, Ahmad Soleh, menilai kegiatan ini penting dalam membangun kesiapan kerja siswa sejak dini.
“Budaya perbaikan berkelanjutan dan pemahaman nilai ekonomis harus ditanamkan sejak di sekolah. Dengan begitu, lulusan tidak memulai dari nol, tetapi sudah siap kerja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi SMK dan SKh Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, Maksis Sakhabi, menekankan bahwa keterlibatan industri merupakan kunci dalam pendidikan vokasi.
“Kolaborasi SMK dan industri adalah langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Selain unggul di bidang akademik dan vokasi, sekolah ini juga aktif dalam pengembangan minat dan bakat melalui berbagai ekstrakurikuler, seperti karawitan, tari, bola voli, wayang kulit, taekwondo, karate, hingga musikalisasi puisi. Prestasi pun diraih, salah satunya tim voli yang menembus delapan besar Kejuaraan Nasional U-17 tahun 2025.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap lulusan tidak hanya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Ke depan, SMK Citra Nusantara Panongan akan terus memperkuat sinergi dengan dunia industri melalui pengembangan program teaching factory, termasuk produksi sepatu, guna memberikan pengalaman kerja nyata yang selaras dengan kebutuhan industri.
Sekolah ini juga telah dilengkapi mesin injection molding untuk memproduksi komponen sepatu, khususnya sol (outsole). Fasilitas tersebut direncanakan akan terus dikembangkan.
“Fasilitas yang sudah ada akan kami lengkapi dengan mesin lainnya, sehingga ke depan dapat memproduksi sepatu secara mandiri yang bisa dimanfaatkan oleh siswa maupun masyarakat. Ini juga kami arahkan menjadi destinasi wisata edukasi sepatu,” terang Susilo.
Melalui Gelar Karya Kewirausahaan ini, SMK Citra Nusantara Panongan semakin menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika zaman. (*)