Siaga Banjir di Tangerang: Pemkot Pantau Debit Air Sungai Secara Real Time

waktu baca 2 minutes
Jumat, 20 Feb 2026 12:04 0 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD – Pemerintah Kota Tangerang terus memperketat pengawasan terhadap ketinggian muka air di sejumlah sungai dan saluran drainase sebagai langkah antisipasi banjir di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intensif sekaligus mengeluarkan peringatan dini. Langkah ini diambil menyusul tingginya curah hujan yang berpotensi meningkatkan debit air.

“Kami terus memantau kondisi ketinggian muka air dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar tetap siaga menghadapi kemungkinan banjir,” ujarnya.

Menurutnya, hujan deras yang terjadi pada malam sebelumnya membuat sebagian besar sungai dan saluran air berada pada status “merah” atau “awas”. Kondisi tersebut terpantau di wilayah barat maupun timur Kota Tangerang. Bahkan, beberapa titik dilaporkan mengalami limpasan air, seperti di Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, dan Puri Kartika Ciledug.

Ia menambahkan, Pemkot Tangerang akan melanjutkan pemantauan berkala guna memperkuat upaya mitigasi banjir, terutama karena potensi hujan diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami berharap permukaan air berangsur surut seiring berhentinya hujan sejak pagi. Namun, masyarakat tetap kami imbau untuk aktif memantau kondisi melalui aplikasi Si Pantau,” tambahnya.

Berikut data ketinggian muka air berdasarkan Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU) Dinas PUPR Kota Tangerang per pukul 09.00 WIB:

  1. Sungai Cirarab-Sarakan berstatus siaga (1,64 meter)

  2. Situ Bulakan berstatus awas (2,21 meter)

  3. Kali Ledug Periuk berstatus awas (2,97 meter)

  4. Saluran Pembuangan Mutiara Pluit Periuk berstatus normal (1,6 meter)

  5. Kali Ledug Alamanda berstatus awas (3,8 meter)

  6. Sungai Cirarab-Telesonik berstatus awas (2,97 meter)

  7. Kali Sabi-Pondok Arum berstatus normal (3,38 meter)

  8. Saluran Pembuangan Sumur Pacing-Galeong berstatus awas (1,44 meter)

  9. Kali Sabi-Taman Cibodas berstatus awas (3,21 meter)

  10. Saluran Pembuangan Cikoneng-Magnolia berstatus normal (0,96 meter)

  11. Saluran Pembuangan Nusa Indah Karawaci berstatus normal (1,31 meter)

  12. Saluran Pembuangan Cicayur-Panunggangan Barat berstatus normal (0,97 meter)

  13. Kali Sabi-Uwung Jaya berstatus siaga (2,36 meter)

  14. Benda berstatus siaga (0,96 meter)

  15. Kali Angke-Jembatan Polor (meluap)

  16. Kali Angke-PGP berstatus awas (3,54 meter)

  17. Cantiga-DDN berstatus siaga (2,91 meter)

  18. Cantiga-Karang Tengah berstatus awas (2,46 meter)

  19. Kali Wetan-Puri Kartika berstatus awas (2,07 meter)

  20. Ciputat Pintu 3 berstatus awas (2,89 meter)

  21. Serua-Tajur berstatus awas (2,15 meter)

  22. Cipulir Estate berstatus awas (1,57 meter)

  23. Kali Angke-Duren Villa berstatus awas (4,44 meter)

  24. Kali Angke-Mutiara Serpong berstatus awas (3,28 meter)

Pemkot Tangerang menegaskan akan terus bersiaga dan mengoptimalkan sistem pemantauan ketinggian air untuk meminimalkan risiko banjir. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif, baik dengan memantau informasi resmi maupun menjaga kebersihan lingkungan, sehingga potensi genangan dapat ditekan dan dampak banjir bisa diminimalkan. (*)

LAINNYA