KOTA TANGSEL | TD — SDN Jurangmangu Barat 01 menggelar Seminar Parenting pada Senin (17/11/2025) di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Raya Jurang Mangu No. 01, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren. Kegiatan ini dihadiri sekitar 810 orang tua siswa dari kelas 1 hingga 6 yang dibagi dalam dua sesi.
Kepala sekolah, Eti Rosmiati, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama orang tua dan guru dalam mendukung perkembangan anak, baik dari sisi karakter, pencegahan bullying, hingga penguatan minat dan bakat.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber Dr. Zulkifli, MA, yang menyoroti urgensi sinergi antara rumah dan sekolah dalam membentuk fondasi pendidikan anak.
Menurut Zulkifli, sinergi bukan sekadar kolaborasi formal antara dua pihak, tetapi kesatuan visi dan pola komunikasi yang konsisten.
“Sinergi itu bekerja bersama sehingga hasilnya lebih besar daripada jika dilakukan sendiri-sendiri,” ujarnya.
“Dalam keluarga, sinergi mencakup peran, keteladanan, afeksi, nilai, serta kualitas interaksi antara ayah dan ibu.”

Ia menegaskan bahwa tanpa sinergi, anak berpotensi menerima pesan-pesan yang saling bertentangan dari kedua orang tuanya.
“Ayah berkata A, ibu berkata B. Jika berlangsung lama, anak belajar bahwa kebenaran itu relatif,” jelasnya.
“Sebaliknya, ketika orang tua selaras, anak memperoleh rasa aman, kejelasan moral, dan contoh komunikasi yang sehat.”
Zulkifli juga menekankan peran sekolah dalam memastikan kesinambungan pendidikan.
“Apa yang dipelajari anak di sekolah tidak boleh terputus ketika ia pulang ke rumah. Karena itu diperlukan komunikasi terbuka dan keselarasan harapan antara sekolah dan orang tua,” ujarnya.
“Sekolah mendeteksi masalah lebih cepat, sementara rumah menjadi ruang emosional yang membentuk karakter dan motivasi anak.”
Dalam pemaparannya, Zulkifli menyinggung prinsip komunikasi dalam Islam sebagai pedoman bagi orang tua: Qoulan Sadida (benar), Ma’rufa (baik), Layyina (lembut), Baligha (berkesan), Karima (mulia), dan Maisura (pantas).

Dr. Zulkifli, MA bersama Kepala sekolah SDN Jurangmangu Barat 01, Eti Rosmiati, S.Pd. (Foto: Ist)
Ia juga mengingatkan kembali peran ibu dan ayah sebagai teladan utama dalam keluarga.
“Ibu memberi kelembutan, ayah meneguhkan tanggung jawab. Dua-duanya harus hadir dalam keseimbangan,” katanya.
“Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani—di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.”
Menutup materinya, Zulkifli menegaskan bahwa sinergi adalah fondasi pembentukan generasi yang kuat dan berkarakter.
“Sinergi bukan soal siapa yang paling benar, tapi bagaimana ayah dan ibu memahami perannya untuk membesarkan anak menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia,” tutupnya.
Kegiatan seminar ditutup dengan apresiasi dari pihak sekolah dan para orang tua, yang berharap sinergi antara rumah dan sekolah semakin kuat dalam mendukung tumbuh kembang siswa SDN Jurangmangu Barat 01. (*)