EKBIS | TD – Industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun sempat terpuruk akibat pandemi, kreativitas para pelaku bisnis lokal semakin menonjol. Berbagai inovasi muncul, baik dari segi produk, konsep, maupun strategi pemasaran. Di tahun 2025 ini, tren F&B semakin berfokus pada aspek yang tidak hanya lezat, tetapi juga berkaitan dengan gaya hidup, keberlanjutan, dan teknologi. Berikut adalah beberapa tren F&B lokal yang diprediksi akan berkembang pesat tahun ini.
Cloud Kitchen dan Ghost Restaurant
Model bisnis ini semakin populer karena efisiensi dan risiko yang lebih rendah. Cloud kitchen memungkinkan pelaku bisnis kuliner untuk fokus pada produksi makanan tanpa perlu memikirkan lokasi fisik untuk makan. Ini sangat cocok bagi mereka yang mengandalkan pemesanan melalui aplikasi online. Beberapa merek lokal bahkan telah memiliki lebih dari satu “dapur tersembunyi” di berbagai kota!
Minuman Unik dengan Sentuhan Lokal
Minuman populer seperti kopi susu dan teh boba masih ada. Tetapi tren di 2025 menunjukkan bahwa minuman yang menggunakan bahan lokal, seperti klepon latte, wedang uwuh modern, dan es kopi gula aren pandan, mulai mendominasi pasar. Merek-merek lokal berlomba-lomba menggabungkan tradisi dengan tren modern agar tetap autentik dan relevan bagi generasi muda.
Kemasan Berkelanjutan dan Konsep Ramah Lingkungan
Konsumen kini semakin peduli terhadap isu lingkungan. Bisnis F&B yang menggunakan kemasan ramah lingkungan atau menerapkan konsep minim sampah memiliki nilai lebih di mata pelanggan. Beberapa merek lokal bahkan telah mengajak konsumen untuk membawa tumbler atau wadah sendiri sebagai dukungan terhadap gerakan ‘zero waste’.
Makanan Fungsional dan Sehat
Kesadaran akan gaya hidup sehat semakin meningkat, yang berdampak pada pilihan makanan. Produk seperti rice bowl sehat, smoothie bowl, dan camilan rendah gula mulai banyak bermunculan. Bahkan, camilan seperti keripik tempe organik dan cookies bebas gluten kini memiliki tempat khusus di hati pelanggan yang peduli akan kesehatan.
Kolaborasi Kreatif Antar Merek
Tahun ini, kolaborasi menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran merek. Contohnya, merek minuman kopi lokal yang bekerja sama dengan merek fashion streetwear, atau toko roti yang berkolaborasi dengan ilustrator lokal untuk kemasan spesial. Dengan strategi ini, kolaborasi bukan hanya bicara tentang grafik penjualan, tetapi juga memuaskan konsumen tentang hasrat mereka akan prestise dari membeli produk bermerek terkenal.
Kesimpulan
Industri F&B lokal di tahun 2025 tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga pada cerita, nilai, dan pengalaman. Strategi dalam memadu-padankan berbagai value tersebut menciptakan kreativitas. Dan, kemampuan untuk kreatif ini sangat penting agar produk F&B lokal dapat bertahan di tengah arus globalisasi perdagangan. Kreativitas juga dapat menjadi mesin pemacu agar merek lokal dapat mengembangkan sayapnya ke negara-negara lain.
Bagi Anda yang tertarik untuk terjun ke bisnis makanan dan minuman, ini adalah waktu yang tepat untuk berinovasi dan menangkap peluang. Siap untuk menjadi bagian dari tren F&B lokal yang semakin menarik? (Nazwa/Pat)