KESEHATAN | TD – Pada kurun waktu yang lama, masyarakat kita telah mengenal beras merah dengan keistimewaannya. Ya, jenis beras ini memang menjadi sumber karbohidrat yang sangat baik. Bahkan, lebih baik daripada beras putih. Karena kandungan seratnya yang tinggi, vitamin B kompleks yang melimpah, dan antioksidan alami, banyak orang beralih ke beras merah untuk meningkatkan pola makan mereka.
Namun, satu hal yang sering terabaikan adalah tingginya kandungan arsenik anorganik dalam beras merah daripada beras putih.
Arsenik adalah zat berbahaya yang dapat terakumulasi dalam tubuh jika terkonsumsi dalam jangka waktu lama, berpotensi menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, kanker, dan gangguan sistem saraf. Untungnya, ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan di rumah untuk mengurangi kadar arsenik dalam beras merah tanpa harus meninggalkan pilihan sehat ini.
Langkah pertama adalah mencuci beras merah dengan air mengalir sebanyak 4 hingga 6 kali hingga air bilasan tampak lebih jernih. Proses pencucian ini efektif dalam mengurangi arsenik yang menempel pada permukaan butiran beras. Selanjutnya, rendam beras merah dalam air bersih selama minimal 6 jam atau semalaman.
Merendam beras tidak hanya mempercepat waktu memasak, tetapi juga membantu melarutkan sebagian arsenik yang terdapat di lapisan luar beras. Pastikan untuk mengganti air rendaman setidaknya sekali agar lebih banyak racun dapat terbuang.
Setelah itu, gunakan metode memasak dengan rasio air yang lebih banyak, yaitu 6 bagian air untuk 1 bagian beras (6:1), mirip dengan cara memasak pasta. Setelah beras matang, tiriskan sisa airnya. Penelitian menunjukkan bahwa teknik ini dapat mengurangi kadar arsenik hingga 50–60 persen. Jika Anda lebih suka nasi yang pulen, Anda bisa mengombinasikan metode perendaman dengan cara memasak biasa (1:2 air), karena proses perendaman sudah cukup membantu mengurangi arsenik.
Selain itu, pilihlah beras merah dari sumber atau daerah yang memiliki kadar arsenik lebih rendah. Umumnya, beras yang ditanam di daerah kering atau ladang yang tidak terkontaminasi air tanah mengandung arsenik yang lebih sedikit. Carilah produk beras merah organik bersertifikasi atau beras yang telah diuji untuk kandungan logam berat.
Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat menikmati manfaat beras merah tanpa khawatir akan risiko arsenik yang berlebihan. Memilih bahan makanan dengan bijak dan mengolahnya dengan benar adalah bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang. Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk terus mengonsumsi beras merah, asalkan cara pengolahannya tepat. (Nazwa/Pat)