Tokoh dalam Sejarah Tangerang: Singa Betina Nyimas Melati

Sebuah makam yang diyakini makam Nyimas Melati di Kampung Bunar, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Sebelum pemekaran wilayah, desa Bunar bagian dari kecamatan Balaraja. (Foto : Ist)
Bagikan:

TANGERANG | TD Salah satu pendekar wanita yang terkenal dari Tangerang adalah Nyimas Melati. Nyimas Melati diceritakan hidup pada awal tahun 1900-an, ketika Belanda menguasai Jawa Barat dan menggunakan para pembesar dan tuan tanah untuk memperbudak rakyat kecil.

Nyimas Melati adalah legenda tentang kepahlawanan wanita. Ia dikenal sebagai Singa Betina dari Tangerang. Dan tidak hanya tentang kepatriotannya yang tertinggal dalam sejarah, tetapi juga kemistisannya. Ia dikenal sakti dalam kanuragan. Dengan keris dan pedangnya, ia mampu membunuh musuh tanpa harus menyentuh secara fisik.

Nyimas Melati yang mempunyai markas di daerah yang sekarang bernama Balaraja, diketahui sebagai keturunan Sultan Hassanudin yang ke-18. Ia aktif menyiarkan agama Islam di Banten dan sekitarnya.

Nyimas Melati berjuang bersama ayahnya, Raden Kabal. Mereka mensabotase aset-aset pemerintah Belanda dan melakukan penghadangan. Kadangkala mereka bergerilya.

Nyimas Melati juga memusuhi para tuan tanah. Mereka sering mengalami penyerangan dari Nyimas Melati. Nyimas Melati juga dendam jika mengetahui mereka melecehkan perempuan.

Perang terbuka antara Belanda dengan Nyimas Melati dan Raden Kabal yang dibantu Pangeran Pabuaran menimbulkan korban yang sangat besar dari kedua belah pihak.

Pada akhir perang tersebut, dikisahkan jasad kedua orang sakti tersebut harus dibelah empat dan dimakamkan terpencar untuk mencegah hal buruk terjadi.

Ada yang menyebut makam Nyimas Melati tersebut di Balaraja, ada yang di Pulau Panjang, dan ada yang di Situ Gintung.

Adapun Situ Gintung dibangun oleh Belanda tahun 1933. Saat seminggu sebelum Situ Gintung akan jebol tahun 2010, sejumlah warga yang memancing pada petang hari mengaku melihat sinar terang muncul dari dalam danau dan menggambarkan wanita berparas cantik. Warga setempat mengenali penggambaran tersebut sebagai Nyimas Melati.

Untuk menghargai jasanya melawan Belanda, pemerinah menamai gedung PKK Kota Tangerang dengan Gedung Nyimas Melati. Juga terdapat Jalan Nyimas Melati di Kecamatan Tangerang. (Pat/Rom)

Bagikan: