JAKARTA | TD – Presiden Jokowi mengatakan proyek hilirisasi nasional yang berjalan selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi penciptaan lapangan pekerjaan khususnya di industri pertambangan.
Hal itu ia ungkapkan melalui akun instagramnya, @jokowi, pada hari ini, Selasa, 1 Agustus 2023. Presiden Jokowi mengatakan peningkatan jumlah karyawan di industri nikel Provinsi Sulawesi Tengah, misalnya, telah menyerap 71.500 tenaga kerja hingga saat ini.
Angka tersebut jauh melebihi jumlah tenaga kerja di sektor pengeolahan nikel sebelum era hilirisasi dimulai, yakni hanya 1.800 pekerja.
Selain penyerapan tenaga kerja, proyek hilirisasi nasional juga telah menyumbangkan pendapatan besar untuk negara. Presiden Jokowi mengatakan, sejak masa hilirisasi dimulai, pendapatan negara dari sektor ekspor bahan mineral telah meningkat lebih dari 10 kali lipat. Dari hanya RP31 triliun pada 2015, hingga menjadi Rp510 triliun pada saat ini.
Ke depannya, Presiden Jokowi akan menetapkan kebijakan mengenai produk-produk yang hingga kini masih diekspor dalam bentuk bahan mentah untuk dihilirisasi. Presiden akan menetapkan bentuk ekspor selanjutnya adalah barang setengah jadi atau bahan jadi.
Kebijakan tersebut tidak hanya akan dikenakan terhadap industri mineral saja, tetapi juga sektor lainnya.
Ia juga mengimbau agar setiap bank mendukung program pembiayaan proyek-proyek tersebut untuk mewujudkan hilirisasi.
Sebelumnya, dalam pidato pada acara pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) masa jabatan 2023-2028 di Hotel Grand Ballroom Jakarta, Senin, 31 Juli 2023, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan kunci bagi Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.
“Kalau itu bisa kita lakukan, kemudian hilirisasi ini berhasil untuk semua mineral, perkebunan, pertanian, perikanan. Semuanya bisa dihilirisasi. Kalau hitung-hitungannya World Bank, McKinsey, IMF, OECD, itu di 2040-2045, saya yakin ini bisa agak maju,” ucap Presiden Jokowi. (*)