TASIKMALAYA | TD – Dalam rangka memperingati Milad ke-120 Pondok Pesantren Suryalaya, bidang Pameran Kesuryalayaan dan Ilmiah (PEKA) kembali menyelenggarakan sebuah kegiatan yang penuh makna, yaitu pelatihan tarhim khas Suryalaya. Acara ini berlangsung di Aula MTs Serba Bakti pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, dan mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan peserta.
Pelatihan tarhim tersebut dipandu langsung oleh Ustaz Kamaludin Koswara, M.Ag., yang juga dikenal sebagai muadzin Masjid Nurul Asror Suryalaya. Dalam pelatihan ini, peserta mengikuti dua sesi utama yang sangat penting. Sesi pertama membahas sejarah dan makna tarhim, sehingga peserta dapat memahami akar budaya serta nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam tradisi tarhim khas Suryalaya. Sesi kedua lebih fokus pada praktik langsung pembacaan tarhim, agar peserta mampu menguasai teknik dan intonasi yang tepat dalam melantunkan tarhim dengan penuh khidmat.
“Para peserta yang terdiri dari guru, santri, mubaligh, hingga ustadz Suryalaya akan tampil malam ini di panggung PEKA,” ujar Ustaz Agus Samsul Bassar, penanggung jawab kegiatan. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi tarhim, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kemampuan para pengamal tarhim agar tampil percaya diri dan penuh penghayatan.
Lebih jauh, Ustaz Agus berharap pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas syiar tarhim khas Suryalaya. Ia menargetkan agar tarhim ini tidak hanya dikenal dan diamalkan di lingkungan pesantren, tetapi juga dapat tersebar luas ke masjid-masjid ikhwan Suryalaya di berbagai daerah. Dengan dukungan teknologi dan jaringan dakwah yang semakin kuat, tarhim khas Suryalaya diharapkan dapat menembus batas nasional dan dikenal secara internasional sebagai salah satu warisan budaya Islam yang kaya makna.
Kegiatan pelatihan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah antar peserta serta memperkuat kecintaan terhadap tradisi pesantren. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, diharapkan tarhim khas Suryalaya akan terus hidup dan berkembang, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas keagamaan dan budaya masyarakat pesantren serta umat Islam secara umum.
Melalui pelatihan ini, Pondok Pesantren Suryalaya menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan tradisi keilmuan dan keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain untuk terus melestarikan dan mengembangkan tradisi Islami yang bernilai tinggi. (*)