Video : Pelajar SMPN 4 Cikupa Terjang Banjir Saat Pulang Sekolah

Pelajar SMP Negeri 4 Cikupa di Kampung Pasir Randu, Cibadak, Kecamatan Cikupa harus menerjang banjir saat pulang sekolah, Rabu 7 September 2022.
Pelajar SMPN 4 Cikupa harus melewati jalan yang terendam banjir di Kampung Kosambi, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa saat pulang sekolah, Rabu 9 September 2022. (Foto : tangkapan layar dari video amatir oleh TangerangDaily)
Bagikan:

KABUPATEN TANGERANG | TD — Pelajar SMP Negeri 4 Cikupa di Kampung Pasir Randu, Cibadak, Kecamatan Cikupa harus menerjang banjir saat pulang sekolah, Rabu 7 September 2022.

Dalam video amatir yang diterima TangerangDaily, ketinggian air hingga sepinggang pelajar tersebut.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani kepada TangerangDaily mengatakan, jalan yang teredam banjir adalah akses jalan menuju sekolah tersebut.

“Yang teredam banjir jalan desa Cibadak, Kampung Kosambi yang menjadi akses menuju kampung Pasir Rangdu, Desa Cibadak, kampung Bonen Desa Sukanagara, dan juga akses jalan menuju SMPN 4 Cikupa serta SDN 1 Cibadak,” ujarnya.

Deden menerangkan, lokasi tersebut sering terendam banjir saat hujan deras karena luapan air dari wilayah sekitar.

“Pernah di lakukan rapat bersama para pihak tapi sepertinya hanya sebatas pertemuan rapat tanpa ada aksi untuk penyelesaian banjir yang terjadi,” katanya.

Padahal, pemicu banjir sudah terangkum, yaitu air yang meluap menuju lokasi dari sekitar Desa Sukanagara, Desa Bojong, Desa Cibadak.

“Air yang mengalir ke area tersebut harus dihitung perkiraan volumenya, harus disesuikan saluran buang air dengan perkiraan volume air yang datang sampai pada nanti solusinya apakah harus membuat embung air di sana. Ini penting untuk penyelesaian banjir yang terjadi pada setiap hujan turun,” katanya.

Politis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menekankan, penyelesaian banjir di lokasi tersebut mendesak, karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan pelajar di SMPN 4 Cikupa dan SDN 1 Cibadak.

“Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita yang bersekolah di wilayah sana atau anak kita di kampung Pasir Rangdu yang besekolah di wilayah lain yang menjadi korban karena ketidakseriusan kita dalam penanganan banjir, sehingga harus melewati jalan tersebut dengan segala risikonya,” tegasnya.

Selain dampak ekologis, Deden juga menyebutkan dampak ekonomis, serta kesehatan yang diderita warga akibat banjir itu. “Belum lagi kita bicara dampak ekonomi dan kesehatan terhadap warga sekitar, dan yang tidak kalau pentingnya ada lahan relokasi salah satu SD negeri Desa Cibadak di sekitar itu bagaimana bisa dibangun jika kondisinya selalu tergenang banjir,” katanya.

Deden mendorong pihak terkait, terutama Pemkab Tangerang segera memutuskan kebijakan untuk mengatasi banjir di lokasi tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah harus melakukan langkah cerdas untuk penyelesaian banjir tersebut, bukan lagi melakukan rapat bersama atau tinjau lapangan karena sudah sering ditinjau tapi tanpa penyelesaian masalah yang tuntas,” pungkasnya. (Red)

Bagikan:

Pos terkait