Peringati Hari Desa Nasional, Bupati Tangerang Tegaskan Desa Kunci Pembangunan Indonesia

waktu baca 3 minutes
Senin, 19 Jan 2026 13:36 0 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Upacara Peringatan Hari Desa Nasional yang dirangkaikan dengan Apel Hari Kesadaran Nasional tingkat Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (19/1/26).

Upacara ini diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, 246 kepala desa, serta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam memperkuat peran desa sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Menurutnya, desa merupakan tempat tumbuhnya nilai kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian, sekaligus pusat pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, serta kearifan lokal yang menjadi kekuatan bangsa.

Mengangkat tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”, Bupati Maesyal menyampaikan bahwa tema tersebut sarat makna filosofis dan strategis. Ia menilai, kekuatan perekonomian, stabilitas sosial, hingga ketahanan pangan nasional berawal dari desa.

“Ketika desa kuat, Indonesia akan kokoh. Ketika desa mandiri, Indonesia akan berjaya. Karena itu, pembangunan desa harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa penetapan 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat tekad dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Peringatan ini mengingatkan kita bahwa kemajuan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Kita dorong peningkatan kapasitas pemerintah desa serta partisipasi masyarakat agar desa-desa di Kabupaten Tangerang semakin maju dan mampu menjadi yang terdepan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal mengajak seluruh pemangku kepentingan desa untuk berani melakukan terobosan besar dalam tata kelola pemerintahan desa. Ia mendorong perubahan pola pikir dari sekadar administratif menuju pengelolaan desa yang berbasis digital, transparan, dan berkelanjutan di tahun 2026.

“Transformasi digital desa atau Smart Village bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Pelayanan publik berbasis digital harus dioptimalkan agar masyarakat dapat mengakses layanan dengan mudah dan cepat,” ungkapnya.

Selain digitalisasi, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Ia mendorong optimalisasi peran BUMDes serta Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa guna menciptakan produk unggulan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi agrikultur dan industri kreatif di Kabupaten Tangerang sangat besar. BUMDes dan koperasi desa harus menjadi penggerak agar produk desa mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga meluncurkan operasional Mobil Siaga Desa yang diperuntukkan bagi pelayanan darurat masyarakat, termasuk akses ke Puskesmas dan rumah sakit selama 24 jam. Saat ini, telah tersedia 132 unit Mobil Siaga Desa dan ditargetkan pada 2026 seluruh 246 desa dapat terlayani.

“Mobil Siaga Desa merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya layanan kesehatan dan kedaruratan,” jelasnya.

Bupati Maesyal juga mengingatkan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang akuntabel dan berintegritas. Ia menekankan bahwa transparansi dan tata kelola keuangan desa harus terus dijaga melalui pengawasan dan pembinaan berkelanjutan.

“Dana Desa adalah amanah rakyat. Setiap penggunaannya harus transparan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik melalui pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, maupun pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Bupati Maesyal mengajak para kepala desa dan perangkat desa untuk terus berinovasi, membuka ruang aspirasi warga, serta menjadi pemimpin yang melayani. Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan apresiasi kepada desa-desa berprestasi.

“Kita ingin desa-desa di Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi penyangga wilayah perkotaan, tetapi tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

LAINNYA