Rahasia Nono Menang International Abacus World Competition 2022, Salah Satunya Rajin Berdoa

Founder Abacus Brain Gym mengatakan otak kanan dan kiri yang bekerja seimbang membuat anak santai dan dapat menyerap pelajaran dengan baik. Dan itulah kunci kecerdasan Nono memenangi International Abacus World Competition 2022. (Foto: YouTube Biro Umum Setda Provinsi NTT)
Bagikan:

TANGERANG | TD – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi kepada Nono, atau bernama lengkap Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atas prestasinya memenangi kejuaraan International Abacus World Competition 2022.

“Saya senang dan bangga melihat anak seperti Nono atau Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, siswa kelas 2 SD Inpres Buraen 2, Amarasi Selatan, yang meraih posisi pertama dalam kompetisi tingkat dunia Abacus Brain Gym tahun 2022,” tutur Viktor Bungtilu.

Adapun Nono merupakan anak Indonesia pertama yang mampu meraih juara pertama dalam kompetisi abakus internasional tersebut.

Nono bersaing dengan 7000 anak dari seluruh dunia, termasuk dari Amerika Serikat, Kanada, Uni Emirat Arab, dan negara-negara lainnya.

Sebelumnya, peserta dari Indonesia hanya mampu meraih peringkat ketiga selama tiga kali berturut-turut sejak International Abacus World Competition diadakan tahun 2003.

Nono mengikuti kompetisi tersebut dengan mengerjakan soal selama setahun penuh. Sebanyak 15.201 file berhasil Nono kerjakan. Pengerjaannya secara virtual atau daring, dan terdapat juga soal-soal listening dengan bahasa Inggris.

Prestasi Nono tersebut tidak dapat tersaingi oleh juara kedua kompetisi tersebut, yang hanya mengerjakan 7.502 file saja. Juara kedua ini berasal dari Qatar.

Sedangkan juara ketiga dari kompetisi abakus tersebut hanya mampu mengerjakan 2.138 file. Juara ketiga tersebut berasal dari Amerika Serikat.

Dalam video yang dirilis oleh Biro Umum Setda Provinsi NTT, Founder Abacus Brain Gym dari Amerika Serikat, Juli Agustar Djonli, mengatakan kemampuan Nono diperoleh dari otak kanan dan kiri yang bekerja seimbang. Dalam keadaan seimbang, seorang anak mampu menyerap materi pembelajaran dengan santai dan efektif.

Bekal Nono dalam mengikuti kompetisi tersebut adalah kecerdasannya yang telah tampak sejak kecil. Ibunya bercerita jika Nono telah lancar berbicara saat usia 1 tahun, dan ketika berusia 5 tahun, ia meminta ikut kursus bahasa Inggris.

Selain itu, Nono memenangi International Abacus World Competition 2022 juga  dengan modal rajin belajar setiap pagi. Setelah sarapan dan berdoa pagi, Nono mengerjakan soal-soal dari kompetisi abakus. Setelah itu ia latihan mencongak bersama ayahnya. ***

Bagikan: