Prediksi 2026 menunjukkan lima side hustle menjanjikan, dari freelance AI hingga micro-commerce, menawarkan pendapatan tambahan dan peluang kreatif. (Foto: Freepik)EKBIS | TD – Memasuki 2026, perubahan perilaku digital, perkembangan kecerdasan buatan, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat akan fleksibilitas kerja membuka peluang baru bagi berbagai jenis pekerjaan sampingan. Side hustle kini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan tambahan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan serta memperluas peluang karier di masa depan. Berikut lima peluang side hustle yang diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan pada 2026.
Model bisnis ini diproyeksikan menjadi salah satu tren paling kuat pada 2026. Micro-commerce berfokus pada penjualan produk sangat spesifik dengan segmentasi pasar sempit, seperti aksesori tematik, produk digital tertentu, aromaterapi, alat tulis kreatif, atau merchandise personalisasi.
Pertumbuhan micro-commerce didorong oleh algoritma platform belanja yang semakin pintar merekomendasikan produk, biaya produksi yang relatif rendah, serta kemudahan menjalankan usaha skala kecil dari rumah. Penjual hanya perlu mengelola lini produk terbatas, memaksimalkan personal branding, serta mengikuti pola belanja melalui konten pendek dan live shopping.
Meningkatnya kesadaran publik mengenai kesehatan mental, fisik, dan spiritual membuat sektor wellness terus berkembang pesat. Peluang side hustle ini mencakup layanan seperti aromaterapi, kelas yoga daring, konsultasi kesehatan holistik non-medis, mindfulness coaching, serta penjualan produk perawatan diri yang alami dan ramah lingkungan.
Permintaan terhadap layanan ini tumbuh karena masyarakat semakin membutuhkan ruang pemulihan dari tekanan aktivitas sehari-hari. Model bisnisnya pun fleksibel, dapat dijalankan secara online maupun offline, serta memungkinkan pelaku memanfaatkan keahlian pribadi untuk membangun komunitas pelanggan.
Peningkatan konsumsi konten digital membuat kebutuhan pasar akan pembuat konten terus naik. Side hustle di sektor ini meliputi pembuatan konten UGC (User Generated Content), jasa pengelolaan media sosial, kerja sama brand, hingga pemasaran afiliasi.
Perkembangan algoritma media sosial yang semakin mendukung kreator kecil memungkinkan siapapun memperoleh visibilitas selama mampu menyajikan konten yang relevan dan autentik. Peluang juga terbuka untuk individu dengan spesialisasi tertentu, misalnya kuliner, edukasi singkat, ulasan produk, hingga gaya hidup.
Tren pekerja lepas berbasis digital diprediksi semakin kuat berkat hadirnya berbagai tools AI yang membantu mempercepat pekerjaan. Jenis layanan freelance yang paling banyak diminati meliputi copywriting, desain grafis, editing video, analisis data sederhana, hingga layanan administrasi digital.
Pemanfaatan AI menjadikan proses kerja lebih efisien, memungkinkan freelancer mengambil lebih banyak proyek dalam waktu singkat. Selain itu, permintaan dari pelaku usaha mikro dan UMKM juga meningkat karena membutuhkan jasa profesional dengan biaya terjangkau.
Peluang ini tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembelajaran mandiri. Individu yang memiliki kompetensi tertentu dapat mengemas pengetahuan tersebut ke dalam bentuk kursus online, e-book, template, modul, atau tools digital lainnya.
Produk digital memiliki keunggulan sebagai aset yang dapat dijual berulang tanpa biaya produksi tambahan. Sementara itu, platform pembelajaran semakin ramah bagi kreator, memudahkan proses pemasaran hingga monetisasi. Tren ini berpotensi terus naik di tahun-tahun mendatang.
Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama yang mendorong lahirnya berbagai peluang pekerjaan sampingan di 2026. Masing-masing side hustle memiliki karakteristik berbeda, namun semuanya menawarkan potensi pertumbuhan yang kuat serta ruang kreatif yang luas. Dengan perencanaan yang matang dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar, peluang ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus pijakan menuju karier yang lebih luas. (*)