Musim Dividen 2025 Berakhir, Ini Rekomendasi Saham dengan Potensi Dividen Besar di 2026 (Sumber : Mikirduit)Jakarta, 2 Juni 2025 – Memasuki akhir Juni 2025, musim pembagian dividen untuk tahun buku 2024 pun segera usai. Tahun ini, perhatian investor terpusat pada dividen jumbo yang berasal dari saham-saham bank BUMN seiring dengan pendirian sovereign wealth fund baru, Danantara. Kini, fokus pasar mulai bergeser ke saham-saham yang berpotensi memberikan dividen besar untuk tahun depan, yaitu periode tahun buku 2025.
Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau periode cum-date, banyak investor berlomba-lomba membeli saham yang akan membagikan dividen dengan harapan memperoleh keuntungan cepat. Namun, seringkali investor lupa bahwa harga saham biasanya akan turun atau terkoreksi sebesar nilai dividen pada periode ex-date. Oleh karena itu, strategi dividend investing perlu dilakukan secara hati-hati dan bukan untuk mencari keuntungan jangka pendek semata.
Founder Mikirduit, Surya Rianto, menegaskan bahwa investor sebaiknya membeli saham setelah harga terkoreksi, yaitu saat periode ex-date, ketika valuasi saham cenderung lebih murah. Dengan pendekatan ini, investor tidak hanya berpotensi mendapatkan dividen, tetapi juga capital gain yang lebih optimal di tahun berikutnya.
Cara Tepat Memilih Saham Dividen Terbaik
Investor yang ingin menerapkan dividend investing dengan serius perlu memperhatikan beberapa aspek fundamental perusahaan secara mendalam. Di antaranya adalah proyeksi laba bersih untuk tahun buku berikutnya, tren historis Dividend Payout Ratio (DPR) dalam lima tahun terakhir, kesehatan neraca keuangan, margin laba, tren arus kas operasional, model bisnis, hingga likuiditas saham.
Melakukan analisis komprehensif ini memang membutuhkan banyak waktu dan keahlian. Oleh karena itu, Mikirduit telah merilis laporan khusus berjudul “Laporan Saham Dividend Investing Mikirsaham Edisi Full Year 2025” yang mencantumkan 26 saham terbaik pilihan mereka. Saham-saham ini memiliki fundamental kuat dan potensi dividend yield yang besar, sehingga investor tidak perlu repot melakukan analisis sendiri dari ratusan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam menentukan saham pilihan tersebut, Mikirduit menggunakan metode penilaian khusus yang disebut Mikirduit Score. Metode ini mempertimbangkan berbagai faktor penting seperti kesehatan neraca, risiko utang, tren kinerja keuangan, margin keuntungan, hingga likuiditas saham dan prospek industri.
Untuk sektor perbankan secara khusus, beberapa indikator tambahan turut dipertimbangkan seperti Loan to Deposit Ratio (LDR), CASA Ratio atau dana murah, Net Interest Margin (NIM), Non-Performing Loan (NPL), Cost to Income Ratio (CIR), dan tren pencadangan.
Tiga Kategori Saham Pilihan
Mikirduit kemudian membagi saham-saham pilihan tersebut ke dalam tiga kategori utama berdasarkan kapitalisasi pasar:
Dengan menyediakan laporan ini, Surya Rianto berharap investor bisa lebih mudah menemukan saham dividen potensial tanpa kesulitan melakukan analisis sendiri. Menurutnya, laporan Mikirsaham ini memiliki tingkat akurasi proyeksi lebih dari 75 persen.
Investor yang tertarik mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai 26 saham rekomendasi tersebut serta update rutin mengenai value investing, growth investing, dan contrarian investing setiap bulan, dapat mengakses langsung laporan lengkap melalui tautan klik di sini.
Tentang Mikirduit
PT Mikir Duit Indonesia (Mikirduit.com) adalah media komunitas yang didirikan oleh Surya Rianto, seorang praktisi financial planner dan mantan jurnalis ekonomi, pada Januari 2023. Platform ini berfokus pada edukasi keuangan khususnya investasi saham untuk meningkatkan literasi pasar modal di Indonesia yang masih rendah menurut survei OJK 2022.
Melalui layanan berlangganan Mikirsaham, Mikirduit memberikan ulasan saham secara mendalam dan komunitas diskusi aktif yang membantu investor meraih tujuan finansialnya. Selain itu, tersedia juga Grup Eksklusif Mikirduit dengan layanan konsultasi intensif dan sinyal trading mingguan yang terukur risikonya.
Mikirduit juga aktif melakukan edukasi melalui berbagai kanal digital seperti YouTube, Instagram, Thread, TikTok, dan Twitter, menjangkau berbagai audiens untuk meningkatkan literasi investasi masyarakat Indonesia.